Selasa, 18 Mei 2010

Rusia dan Turki rangkul Hamas

Ankara – Infopalestina: Rusia dan Tukri, Rabu (12/5) menegaskan pentingnya berinteraksi dengan Hamas sebagai pihak yang menang dalam pemilu Palestina yang transfaran, tidak mungkin bagi kita mengabaikanya. Mereka menyerukan persatuan barisan Palestina.

Dalam sebuah konferensi persnya yang digelar keduanya di Ankara, Dmitri Medvedev, presiden Rusia mengatakan, tidak mungkin tercipta perdamaian tanpa melibatkan Hamas dalam pembicaraan damai Timteng, seperti diungkapkan Presiden Turki, Abdullah Gaul.

Gaul menambahkan, janganlah kita menyingkirkan salah satu pihak dalam pembicaraan damai ini. Mereka menyayangkan Palestina bisa terpecah. Ia menyerukan Palestina seharusnya bersatu. Dan untuk menyatukanya dibutuhkan pembicaraan yang melibatkan kedua belah pihak. Terutama Hamas yang menang dalam pemilu Palestina kemarin. Kita tidak bisa melupakanya begitu saja, ungkapnya.

Ia melanjutkan, saat Turki berbicara tentang Hamas banyak pihak yang menekan kita, tetapi kita lihat Hamas benar, tak mungkin mencapai perdamaian dengan menyingkirkan sebagian orang.

Sementara itu, Medvedev mengisyaratkan, sangat urgen berinteraksi dengan Hamas. Ia mengatakan, “Kami sepakat ada kemungkinan untuk menyelsaikan masalah ini lebih giat lagi yaitu dengan melibatkan semua pihak yang mempunyai konflik berbicara dalam hal ini, karena pada saat yang sama Gaza sedang mengalami krisis kemanusiaan yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Sebelumnya, Medvedev bertemua dengan presiden Suriah, Basyar Asad dan Ketua Biro politik Hamas, Kholid Misy’al di Damascus, membahas masalah blokade , rekonsiliasi dan transaksi pertukaran tawanan. (asy)

Pengusiran entitas

Nazaret – Infopalestina: Sejumlah pengungsi Palestina percaya mereka hanyalah korban pengusiran entitas. Mereka terpaksa pergi ke Tepi Barat, Jalur Gaza atau sejumlah negara tetangga. Akan tetapi ada bentuk pengusiran yang dilakukan Zionis terhadap warga yang tinggal di sejumlah wilayah jajahan 48, mereka tidak diusir dari wilayah 48. Dalam arti mereka masih berada di wilayah jajahan Israel.

Perbedaan mereka dengan yang pindah ke luar wilayah 48 adalah, bahwa mereka masih bisa melihat ujung-ujung permukiman mereka yang ditinggalkan tersebut, tetapi mereka tak dapat ke sana, setelah dikuasai pemerintah Zionis. Dengan demikian dimata dunia, mereka bukanlah pengungsi, karena mereka masih tinggal di wilayahnya.

Terkait dengan peringatan hari Nakbah (penjajahan) yang ke 62 tahun, data menyebutkan, sebanyak 25 % lebih warga Palestina yang tinggal di wilayah jajahan 48 menjadi pengungsi di negerinya sendiri. Kebanyakan mereka tinggal di sejumlah wilayah distrik atau Arab yang tidak jauh dari tempat asal mereka. Jumlah mereka kurang lebih sekitar 300 ribu warga.

Disebutkan, jumlah wilayah distrik atau setingkat dengan distrik yang dijajah Israel tahun 1948 mencapai 532 distrik dan kota. Sementara itu, warga Palestina yang tinggal di dalam wilayah yang diklaem Israel tak lebih dari 3 %nya seluruh penduduk Zionis.

Hampir tiap hari terjadi penggusuran dan penghancuran rumah-rumah penduduk dengan berbagai macam alasan, sebagaimana menimpa warga Nagev yang dihancurkan rumah-rumahnya oelh pemerintah Israel untuk pembangunan perukiman baru di atasnya.

Sebelum tahun 1948 warga Nagev berjumlah 100 ribu jiwa. Namun setelah siasat pengusiran dan penghancuran yang dilakukan pemerintah Zionis saat ini, jumlah mereka tak lebih dari 11 ribu saja.
Kerap kali pemerintah mendesak atau menekan warga yang tidak mau pindah dari tempat tinggalnya yang dikuatkan dengan izin tinggal dan hukum kepemilikanya. Namun mereka berupaya mengepung wilayah tersebut dengan permukiman Zionis serta menyerobot tanah sebagian warga. Rumah dana pemiliknya pun diusir dengan alasan tanah tersebut tidak dikenal dalam catatan pemerintahan. Padahal warga Palestina sudah ada sebelum bangsa Yahudi datang ke tempat tersebut. (asy)

Larangan Bantuan ke Gaza

Nazaret – Infopalestina: Departemen luar negeri Zionis, Senin sore (17/5) mengumumkan pihaknya tidak akan mengizinkan armada “kebebasan” yang membawa bantuan kemanusiaan dan kebutuhan warga masuk Gaza.

Sumber harian Ibrani mengatakan, direktur urusan luar Eropa di deplu, Naor Gelwon memanggil dua dubes negara Eropa yang warganya ikut dalam rombongan armada kebebasan yang telah akan bertolak dari Eropa dalam rangka menghancurkan blokade. Kementerian luar negeri Zionis telah memanggil dubes sejumlah negara, seperti Yunani, Irlandia, Turki dan Swedia.

Gelon menambahkan, pemerintahnya tidak akan mengizinkan komvoi kapal tersebut memasuk perairan Gaza. Ia menegaskan, siapapun yang ingin memberikan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza, maka ia harus berkoordinasi dengan pemerintahan setempat, ungkapnya. Ia menambahkan, kita sedang berbicara tentang kapal provokatif dan pelanggaran terhadap undang-undang Israel. Negaranya telah menyampaikan kepada sejumlah dubes negara-negara yang akan memberangkatkan warganya ke Gaza, bahwa pemerintah Zionis tidak akan mengizinkan kapal-kapal tersebut masuk pelabuhan Gaza.

Menurut laporan, Armada Kebebasan akan bertolak dari sejumlah negara di Eropa termasuk Turki membawa lebih dari 500 relawan. Rombongan terdiri dari sembilan kapal yang berasal dari 20 negara di Eropa, mengangkut 5000 ton bahan bangunan, seperti semen, bahan-bahan bangunan jadi, alat-alat kesehatan dan alat pelajaran yang akan diserahkan pada rakyat Palestina di Gaza yang sudah empat tahun diblokade oleh dunia internasional.

Sebelumnya, sejumlah organisasi kemanusiaan dan solidaritas Palestina di dunia, seperti, IHH, Gaza Free dan yang lainya telah mengumumkan di Istanbul, tentang pembentukan asosiasi ikatan gerakan Eropa untuk hapuskan blokade. Mereka sepakat akan mengirimkan sejumlah kapal pengangkut bahan bantuan. Empat kapal besar membawa container berisi bahan bantuan dan lima kapal lagi membawa relawan dan bahan bantuan kemanusiaan. (asy)

Google Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
"Hai orang yang beriman, jika kamu menolong (Agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (QS 47.7)

Info Palestina