Senin, 21 Juni 2010

Para Petinggi Alam Akhirat [ Kisah Wali Allah ]

Sesungguhnya kemuliaan diri tidak terletak pada kesombongan dan tidaklah sama dengan kehinaan. Kemuliaan adalah cahaya dan terletak di kutub yang lain, sedangkan kehinaan adalah kegelapan dan terletak di kutub yang lainnya lagi.

Menghindari kesombongan bukan berarti rendah diri. Karena rendah diri kepada sesama manusia adalah kehinaan. Menghindari kesombongan adalah rendah hati, beribadah hanya karena-Nya dan mau menerima kebenaran dari mana pun datangnya.

Tidak ada orang yang menghindari kesombongan kemudian menjadi hina. Sekalipun orang itu tidak dikenal di masanya, tetapi karena akhlaknya yang mulia dan beramal dengan ikhlas, Allah mematri namanya di hati dan pikiran generasi selanjutnya. Tidak terasa ratusan tahun kemudian namanya banyak disebut orang, nasihat-nasihatnya didengar dan diamalkan, akhlaknya menjadi contoh teladan. Inilah makna firman Allah, “Dan kesudahan yang baik bagi orang-orang bertakwa.” (QS al-Qashash [28]: 83).

Abu Dzar Ra. berkata, “Ada orang yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat engkau tentang orang yang mengerjakan suatu amal dari kebaikan dan orang-orang memujinya?” Beliau menjawab, “Itu merupakan kabar gembira bagi orang mukmin yang diberikan lebih dahulu di dunia.” (HR. Muslim).

Said bin Jubair walaupun bertahun-tahun dipenjara dan akhirnya dihukum mati, kepalanya dipenggal oleh seorang algojo, namun ulama dan kaum muslimin mencintainya dan mendoakannya karena dia adalah syuhada, pembela yang haq, dan penegak keadilan yang tak takut mati.

Ibnu Taimiyah mati di dalam penjara, namun kebaikan-kebaikannya terasa hingga kini. Dia dikenal sebagai ulama pembela as-Sunnah, panglima perang di medan jihad, dan seorang penulis yang tiada duanya. Kitabnya berjilid-jilid tebalnya, kandungannya sangatlah berharga, dan menjadi rujukan banyak ulama.

Hasan al-Banna mati ditembak, yang mengubur jenazahnya hanya empat orang; ayahnya, istrinya, anaknya, dan seorang nasrani. Hal itu terjadi karena seluruh pengikutnya dijebloskan ke dalam penjara dan para ulama tidak ada yang diberitahu tentang kewafatannya. Dia kini dikenal sebagai salah satu tokoh terkemuka, mujahid, ulama shalih, da’i, murabi, dan pendiri jamaah Islam terbesar di dunia.

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (QS. Ibrahim [14]: 24-25).

Sedangkan bagi orang-orang yang menyombongkan diri dan zhalim, sekalipun terkenal di masanya, kaya hartanya, tinggi kedudukannya, luas kekuasaannya, namun di masa kemudian hanya menjadi buah hinaan dan kutukan.

Al-Hajjaj seorang pejabat di masa kekhalifahan Umayah, dikenal karena kesadisannya, kekejamannya, pembunuh para ulama shalih, termasuk di dalamnya Said bin Jubair. Sekalipun kekayaannya banyak, kedudukan dan pangkatnya tinggi, namun ia hina di sisi Allah dan kaum muslimin yang mencintai kebaikan. Akhirnya ia mati dalam keadaan mengenaskan, tubuhnya dipenuhi bisul yang apabila muncul rasa sakit darinya, terdengar suara yang keras dari mulutnya seperti banteng yang meregang nyawa.

Ahmad bin Du’ad, seorang tokoh Mu’tazilah, ikut andil menyiksa Imam Ahmad bin Hanbal. Imam Ahmad pun mendoakan kebinasaannya, maka Allah menimpakan padanya suatu penyakit yang membuatnya sering mengatakan, “Adapun separoh tubuhku ini apabila dihinggapi oleh seekor lalat, kurasakan sakit yang bukan kepalang hingga seakan-akan dunia ini kiamat. Sedang separoh tubuhku yang lain andaikata digerogoti dengan catut sekalipun, niscaya aku tidak merasakannya.”

Sultan yang memenjarakan Ibnu Taimiyah akhirnya turun tahta, ulama-ulama pembisiknya akhirnya tidak dihormati masyarakat. Ulama-ulama su’ (buruk) itu tidak dikenal kecuali hanya namanya, dan itupun hanya orang-orang tertentu saja. Tapi Ibnu Taimiyah dikenal sepanjang masa dan ulama-ulama serta kaum muslimin mengagumi dan meneladani sikapnya.

Raja Faruq, pembunuh Hasan al-Banna, akhirnya turun tahta setelah beberapa tahun kematian Hasan al-Banna. Dulunya dihormati, kini dicaci maki dan hanya bagian dari sampah sejarah mesir yang tak berguna. Pejabat-pejabat Mesir yang banyak menyiksa dan memasukkan aktivis ikhwanul muslimin ke penjara, seperti Gamal Abdul Naser dan Hamzah Basyuni mati secara mengenaskan. Yang pertama selalu dihantui ketakutan sebelum matinya, sedangkan yang kedua mati ditabrak truk penuh dengan besi sehingga tubuhnya tercabik-cabik tak karuan.

“Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim [14]: 26-27).

Seberapa kayanya Anda, kelak ketika mati harta itu tidak akan dibawa ke alam kubur. Seberapa pintarnya Anda, sangat mudah bagi Allah memberi satu penyakit yang menjadikan seluruh ilmu yang Anda miliki hilang. Sekuat apa pun Anda, sesungguhnya Anda tidak lebih kuat dari rumput yang sering diinjak-injak orang.

Jadilah batu mulia, jangan jadi debu. Batu mulia mahal harganya dan sangat indah bila dipandang mata. Sedangkan debu, menempel di baju, menjadi kotor. Di mana pun ia menempel, sesuatu itu menjadi kotor. Batu mulia tersembunyi di dalam tanah, sangat sulit mencarinya. Kalaupun bisa, ia diambil dengan menggunakan alat khusus. Jika sudah diketahui ada di suatu tempat, beramai-ramai orang ke sana mencarinya.

Sedangkan debu, terlihat di depan mata, bahkan bisa membuat mata sakit, bisa membuat orang alergi. Orang-orang berusaha sebisa mungkin menghindari debu. Amal yang dilakukan bukan karena Allah – di dalam al-Quran – diibaratkan “batu licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak berdebu)”. (QS. al-Baqarah [2]: 264). Begitulah amal orang-orang yang sombong, tidak mendapatkan apa-apa selain hanya gerakan-gerakan yang melelahkan.

Mengapa Rosulullah SAW di Musuhi [ Ust. Ihsan Tanjung ]

Dari : Majelis Tausiah Kiai dan Ustadz Indonesia

Karena akhlaknya, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dicintai dan dihormati segenap kalangan. Tua-muda, laki-perempuan semua sangat terkesan dengan pribadi agungnya. Kemuliaan kepribadian Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bukan baru hadir setelah beliau diangkat Allah menjadi Nabi. Bahkan sejak masa jahiliyah masyarakat musyrik Quraisy Mekkah menjuluki beliau dengan ”Al-Amin” (laki-laki terpercaya). Hal ini bahkan diabadikan di dalam firman Allah:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

’Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al-Qolam ayat 4)

Namun siapapun yang mengenal sejarah hidup Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam pasti tahu bahwa dalam hidupnya beliau juga memiliki musuh. Dan tidak sedikit di antaranya yang sedemikian benci kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sehingga berniat membunuh manusia mulia ini. Sehingga muncullah suatu pertanyaan di dalam benak fikiran kita. Jika akhlak Nabi shollallahu ’alaih wa sallam diakui sedemikian mulia, lalu mengapa beliau masih mempunyai musuh? Mengapa masih ada manusia yang berniat membunuhnya jika semua orang sepakat bahwa akhlak beliau sedemikian mengagumkan?

Saudaraku, hal ini hanya menggambarkan kepada kita bahwa sesungguhnya ada hal lain yang jauh lebih utama daripada perkara akhlak yang menyebabkan manusia menjadi siap bermusuhan dengan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Hal itulah yang dinamakan dengan ”Al-Aqidah” atau keimanan. Siapapun orang yang memusuhi Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam pastilah orang yang tidak suka dengan ajaran aqidah atau keimanan yang dibawakannya. Mereka tidak bisa memungkiri kemuliaan akhlak Nabi shollallahu ’alaih wa sallam, namun mereka sangat tidak suka dengan ajaran aqidah Tauhid yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam da’wahkan kesana-kemari. Sebab menurut mereka, ajaran Tauhid mengancam eksistensi ajaran mereka. Ajaran mereka, yaitu kemusyrikan, menyuarakan eksistensi banyak ilah (tuhan), sedangkan ajaran aqidah Tauhid menegaskan hanya ada satu ilah di muka bumi yaitu Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Lalu seseorang yang berikrar syahadat Tauhid diharuskan mengingkari eksistensi berbagai ilah lainnya untuk hanya menerima dan mengakui Satu ilah saja.

Sehingga dalam catatan Siroh Nabawiyyah (sejarah perjuangan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam) kita sempat menemukan bagaimana paman Nabi, yakni Abu Tholib, diminta oleh para pemuka Musyrik Quraisy untuk melobi Nabi shollallahu ’alaih wa sallam agar mau menghentikan seruan da’wah Tauhid-nya dengan imbalan apapun yang diinginkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam. Tetapi apa jawaban Nabi shollallahu ’alaih wa sallam terhadap permintaan mereka?

”Demi Allah, hai Pamanku...! Jika mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, dengan maksud agar aku meninggalkan urusan ini, maka saya tidak akan melakukannya, sampai Allah memenangkannya atau aku hancur dalam melaksanankannya...!”

Pada dasarnya seruan Tauhid inilah seruan abadi para Nabi dan Rasul utusan Allah. Umat manusia sepanjang zaman didatangi oleh para Nabi dan Rasul secara bergantian dengan membawa misi mengajak manusia agar menghamba semata kepada Allah dan menjauhi Thoghut.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

’Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu". (QS An-Nahl ayat 36)

Sebelum para Nabi dan Rasul mengajarkan apapun, mereka senantiasa mendahulukan pengajaran akan hakikat fundamental pengesaan Allah. Tiada gunanya segenap amal-sholeh dan amal-ibadah diajarkan kepada manusia jika tidak dilandasi sebuah pemahaman sekaligus keyakinan mendasar akan keesaan Allah. Bahkan Al-Qur’an menggambarkan bahwa hakikat kebencian kaum kafir hingga tega menyiksa sesama manusia lainnya ialah dikarenakan manusia lain itu memiliki keimanan akan keesaan Allah semata.


وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

”Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu'min itu melainkan karena orang-orang mu'min itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (QS Al-Buruuj ayat 8-9)

Inilah hakikat permusuhan dan konfrontasi di dunia. Permusuhan yang sesungguhnya ialah permusuhan karena pertentangan aqidah bukan yang lainnya. Seorang mu’min sepatutnya menyadari bahwa Nabi kita yang mulia akhlaknya itu tidak pernah dibenci lantaran akhlaknya. Namun setiap bentuk kebencian dan permusuhan yang diarahkan kepada beliau senantiasa bertolak dari ketidak-relaan manusia untuk menerima sekurang-kurangnya mentolerir keberadaan aqidah Tauhid yang diajarkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.

Maka sudah sepantasnya kita selalu introspeksi dan evaluasi diri. Jika dalam kehidupan ini kita ternyata dimusuhi manusia, maka jangan bersedih dulu. Sebab Nabipun pernah dimusuhi. Namun selanjutnya kita perlu lihat, apakah manusia memusuhi kita lantaran akhlak kita atau aqidah kita. Jika ternyata kita dibenci lantaran akhlak kita, maka sudah sepatutnya kita ber-istighfar dan memperbaiki diri. Karena Nabi shollallahu ’alaih wa sallam tidak pernah dibenci manusia lantaran akhlaknya. Namun jika kita dibenci lantaran aqidah kita, maka sepatutnya kita bersyukur dan bersabar. Sebab Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabatnya-pun dibenci karena aqidahnya. Itupun dengan satu catatan, yaitu kita selama ini memang sudah terus-menerus berusaha meluruskan dan mengokohkan aqidah Tauhid kita setiap hari. Semoga saudaraku...


وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

”Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran ayat 139)

Embargo dimasa Rosulullah SAW, dan Embargo Zionis Israe

Dari : Majelis Tausiah Kiai dan Ustadz Indonesia

Jalur Gaza menjadi penjara paling mengerikan di seluruh dunia. Jika para kriminal Amerika di penjara Alcatraz saja masih diberi makan, maka warga Palestina yang ada di Jalur Gaza sama sekali tidak diberi apa-apa. Alhamdulilah, walau demikian, warga Jalur Gaza masih bisa tetap bertahan hidup sampai hari ini dengan segala ujian keimanannya.

Boikot Kuffar Quraisy Terhadap Rasulullah SAW

Sejarah embargo atau boikot terhadap umat Islam yang dilakukan musuh-musuh Allah SWT sebenarnya memiliki jejak yang panjang. Apa yang dialami rakyat Palestina di Jalur Gaza sesungguhnya merupakan pengulangan dari apa yang menimpa Rasululah SAW dan para sahabat yang diembargo total oleh Suku Quraisy.

Seperti juga kaum Zionis, penentangan kaum kuffar terhadap dakwah Islam senantiasa dilakukan dengan berbagai cara. Untuk menggoyahkan pilar-pilar dakwah Islam, mereka biasanya selalu mengawali dengan cara-cara yang terlihat manis. Mereka menawarkan kehidupan yang jauh lebih baik, jauh lebih nyaman, seperti harta yang banyak, rumah yang bagus, kendaraan mewah, dan juga para perempuan cantik, agar para pejuang dakwah mau berkompromi dengan kaum kuffar tersebut alias mau bermusyarokah dengan musuh-musuh Allah Swt tersebut.

Disinilah akan ketahuan mana pejuang dakwah yang sungguh-sungguh ingin menghidupkan Islam dan mana “pejuang dakwah” yang sesungguhnya lebih condong untuk “menumpang hidup pada Islam”.

Yang terakhir ini lebih memilih untuk bermusyarokah dengan musuh-musuh Allah Swt, memutar-mutar lidahnya menjungkir-balikkan ayat-ayat kitab suci al-Qur’an sekehendak syahwatnya demi mendapatkan kekuasaan, berbagai fasilitas mewah, gaji yang besar, dan ujung-ujungnya melakukan nikah sirri dengan alasan sunnah Rasul.

Tapi mereka ini lupa, Rasulullah Saw dalam melakukan poligami, menikahi banyak janda-janda yang sudah nenek-nenek dengan banyak anak. Hanya Aisyah dan Maryam yang masih gadis ketika dinikahi Rasul SAW. Namun mereka yang bermusyarokah dengan kezaliman ini malah menikahi gadis-gadis cantik, berbeda dengan yang dilakukan Rasul Saw. Ini terjadi dimana-mana sampai sekarang.

Jika cara halus tidak mempan menghentikan laju dawah Islam yang dilakukan para pejuang dakwah, maka barulah kaum kuffar melancarkan cara-cara kekerasan yakni dengan teror, ancaman, intimidasi, dan bahkan dengan pembunuhan yang bisa dilakukan dengan menggelar peperangan atau pembunuhan secara diam-diam. Semua ini masih dilakukan kaum kuffar sampai sekarang di mana pun mereka berada.

Demikianlah, cara pertama ternyata tidak mampu membuat Rasul SAW dan para sahabat goyah. Dengan intimidasi dan teror pun ternyata tidak mempan. Akhirnya kenyataan ini membuat kaum kafir Quraisy memakai jalan terakhir, yakni peperangan.

Dengan segenap kekuatan yang mereka miliki, kaum kafir Quraiys melakukan pemboikotan total terhadap Rasul SAW dan para sahabatnya. Mereka menulis selembar kesepakatan pemutusan hubungan total dengan Bani Hasyim dan Bani Abdil-Muththalib.

Pengumuman itu berisi: “Barang siapa yang setuju dengan agama Muhammad, berbelas kasihan kepada salah seorang pengikutnya yang masuk Islam, atau memberi tempat singgah pada salah seorang dari mereka, maka ia dianggap sebagai kelompoknya dan diputuskan hubungan dengannya: Tidak boleh menikah dengannya atau menikahkan dari mereka, dan Tidak boleh berjual beli (muamalah) dengan mereka.”

Untuk memberi pesan kepada umat Islam bahwa sikap mereka sungguh-sungguh, maka pengumuman itu ditempelkan di salah satu sudut Ka’bah.

Bahkan salah seorang tokoh Quraisy, Abu Lahab, mendatangi para pedagang di pasar dan berkata lantang: “Wahai para pedagang! Naikkan hargamu kepada sahabat-sahabat Muhammad sehingga mereka tidak bisa membeli apapun, kalian semua sudah mengetahui kekayaanku, dan kalian sudah tahu bahwa saya akan menepati janjiku, saya akan mengganti dagangan kalian semua, tidak akan ada kerugian atas kalian.”

Dengan sendirinya, tatkala melihat keuntungan yang pasti ada di depan matanya, maka para pedagang pun menaikkan harga barang dagangannya berlipat-lipat sehingga tidak bisa dijangkau oleh kaum Muslimin. Lalu para pedagang itu menutup kedainya dan berbondong-bondong ke rumah Abu Lahab. Semua barang dagangan mereka dibeli oleh Abu Lahab dengan harga yang berlipat. Para pedagang itu pulang ke rumah dengan hati yang berbunga-bunga.

Namun sebaliknya, para sahabat Nabi SAW pulang ke rumah dengan tangan hampa. Anak dan isterinya pun diberitahu jika semua dagangan di pasar telah diborong oleh Abu Lahab. Maka seluruh sahabat Nabi SAW, isteri, dan anak-anaknya pun harus menahan lapar berhari-hari. Walau demikian para pejuang Islam ini tetap dalam keimanannya yang teguh, tidak goyah sedikit pun untuk meminta keringanan atau bahkan berunding dengan kaum musyrikin Quraiys.

Tidak ada musyarokah atau koalisi dengan kezaliman, demikian keteguhan umat Islam generasi pertama ini. Di dalam sujud-sujud panjangnya, Rasul SAW dan para sahabat ini memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan rahmat-Nya. Hanya kepada Allah SWT mereka meminta dan berharap, tidak kepada yang lain.

Di tengah penderitaan inilah Allah SWT akhirnya menundukkan hati sebagian tokoh Quraiys, diantaranya adalah Hisyam bin Amr. Dia diam-diam membawa unta-untanya yang penuh membawa makanan di malam hari ke wilayah perkampungan Bani Hasyim dan Bani Muththalib. Ketika sudah dekat, ia lepaskan kendali untanya dan dihela agar berjalan masuk perkampungan kaum Muslimin. Di lain hari, Hisyam bin Amr juga melepaskan unta-untanya di malam hari dengan membawa pakaian dan segala barang yang dibutuhkan kaum Muslimin.

Orang-orang Arab yang mengikuti Nabi SAW saat itu sebenarnya tidak saja terdiri dari umat Islam, namun yang masih dalam kekafiran pun ikut. Saat itu Bani Hasyim dan Bani Muththalib, para pengikut Rasulullah SAW, belum semuanya bersyahadat. Namun walau demikian, mereka ikut dengan Rasulullah SAW dan bersama-sama berlindung dari penindasan kaum musyrikin Quraisy. Mereka yang masih kafir bergabung dengan motivasi kesukuan, sedang yang muslim tentu dengan motivasi akidah.

Boikot total kaum musyrikin Quraiys berlangsung selama tiga tahun. Hal ini mengakibatkan para pengikut Rasul SAW sampai memakan daun-daunan untuk bisa bertahan hidup.

Allah SWT Maha Pembolak-balik hati setiap mahluk-Nya. Demikian yang terjadi pada Hisyam bin Amr. Tokoh yang dimuliakan kaum Quraiys ini akhirnya luluh melihat keteguhan Rasul SAW dan para sahabatnya menahan penderitaan demi akidah tauhid.

Diam-diam Hisyam bin Amr menemui orang yang diyakininya sepakat dengan dirinya. Dia menemui Zuhair bin Abi Umayyah bin Al Mughirah, dan berkata, “Wahai Zuhari, relakah kamu makan makanan, berpakaian, dan menikah, sementara paman dan bibimu dalam keadaan yang kamu tahu, tidak boleh jual beli, tidak boleh menikah atau dinikahi. Sedang aku bersumpah dengan nama Allah: Bahwa kalau paman bibinya Abul Hakam bin Hisyam (Abu Jahal), kau ajak seperti yang aku sampaikan kepadamu, mereka tidak akan pernah mau menerimanya.”

Zuhair menjawab, “Celaka sekali wahai Hisyam, lalu apa yang bisa kita lakukan? Aku hanyalah seorang diri. Demi Allah, jika ada orang lain bersama dengan kami, maka kami akan cabut embargo ini.”

Hisyam bin Amr menjawab, “Aku menemukan orang lain.” Zuhari bertanya, siapakah dia? Hisyam menjawab bahwa dialah orangnya. Merasa belum cukup kuat, Zuhair berkata, “Cari seorang lagi, sehingga kita bertiga.”

Lalu Hisyam menemui Muth’im bin Adiy, dan menyampaikan apa yang disampaikannya pada Zuhair bin Umayyah. Muth’im pun menyuruhnya untuk mencari orang keempat. Akhirnya Hisyam menemui Abul Buhturiy bin Hisyam dan menyuruhnya untuk mencari orang kelima. Lalu bergabunglah Zam’ah bin Al-Aswad bin Al-Muththalib.

Lantas, kelima orang ini sepakat untuk menggelar pertemuan di malam hari di sebuah bukit di Mekah. Dalam musyawarah itu mereka sepakat untuk membatalkan kesepakatan boikot. Pagi harinya, Zuhair bin Umayyah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, lalu dia berdiri menghadap orang-orang di sekitarnya dan berseru lantang, “Wahai warga Mekah, apakah kita makan, memakai pakaian sementara Bani Hasyim mati kelaparan, tidak boleh jual beli, demi Allah saya tidak akan duduk sehingga pengumuman embargo yang zhalim ini dirobek!”

Abu Jahal yang melihat kejadian tersebut berkata, “Bohong kamu, demi Allah, pengumuman itu tidak boleh dirobek!” Dengan berani Zam’ah bin Al-Aswad maju ke depan dan berkata, “Engkau, demi Allah, lebih pendusta, kami tidak pernah menyetujuinya sejak engkau menulisnya.”

Abul Buhturiy pun maju dan berkata, “Benar Zam’ah, kami tidak pernah setuju pengumuman itu dan tidak pernah mengakuinya.” Lalu Muth’im bin Adi mengatakan, “Kalian berdua benar, dan bohong orang yang mengatakan selain yang kalian berdua katakan. Kami berlepas diri darinya dan tulisan yang ada di dalamnya.” Hisyam bin Amr pun menguatkan sahabt-sahabatnya.

Melihat kelima orang yang berani itu, Abu Jahal tersenyum sinis, “Ini pasti sudah diputuskan di malam hari, kalian telah bermusyawarah tentang hal ini di luar tempat ini.”
Muth’im bin Adiy tanpa gentar berdiri dan maju mendekati tempat ditempelkannya pengumuman itu untuk merobeknya.

Dia begitu kaget lantaran pengumuman itu sudah dimakan tanah kecuali kalimat ‘Bismikallahumma’ yang menjadikan kebiasaan orang Arab saat menulis surat. Allah SWT telah memerintahkan tanah, sebagai tentaranya, untuk memakan pengumuman yang menempel di Ka’bah itu dan menyisakan nama-Nya.

Melihat ini semua, warga Mekkah pun geger. Pemboikotan terhadap Rasul Saw dan para pengikutnya pun berakhir dengan kemenangan di pihak al-haq.

Gerakan Boikot Produk Zionis Hari Ini

Gerakan boikot produk pro Zionis-Israel adalah hal yang mudah. Semua sisi, seluk beluk tentang aksi ini, termasuk daftar produk apa saja yang dimasukkan dalam kategori “haram dibeli oleh umat Islam dan siapa pun yang peduli dengan kemanusiaan” bisa dilihat di http://www.inminds.co.uk/boycott-israel.php.

Sebuah buku yang ditulis Rizki Ridyasmara berjudul “Boikot Produk Pro Israel!: Melawan Zionis Dari Dalam Rumah” (Pustaka Alkautsar; Februari 2009) pun secara detil ikut memuat semua aspek tentang gerakan ini.

Jika di hari ini, di hari ketika kebiadaban Zionis-Israel sudah begitu terang dan jelas di mata seluruh dunia, maka jika Anda masih saja enggan untuk ikut dalam gerakan dunia untuk menolong rakyat Palestina di Jalur Gaza, dan jika Anda masih saja mau membeli produk yang dikeluarkan perusahaan-perusahaan donatur Zionis-Israel, jika Anda masih saja mau menginap atau menyewa hotel, resort, bungalow, dan sebagainya yang milik Zionis-Yahudi (tentunya juga berarti mengalirkan uang Anda ke kantong perusahaan Zionis-Israel), maka dengan sendirinya, sadar atau pun tidak, mengakui atau pun menolaknya, Anda adalah sekutu bagi Zionis-Israel dan musuh bagi warga Gaza.

Islam telah begitu jelas dan terang memberikan panduan bagi umat Muslim untuk menghancurkan kezaliman. Jika tidak bisa dengan tangan (sikap dan perbuatan), maka lakukanlah dengan tulisan, dan jika tidak juga maka lawanlah dengan hatimu. Dan melawan kezaliman dengan hati merupakan bentuk selemah-lemahnya iman.

Einstein dan Perbedaan Yahudi Zionis [ Ust Rizky Ridyasmara ]

Dari : Majelis Tausiah Kiai dan Ustadz Indonesia

Pada edisi 4 Desember 1948, surat kabar Amerika terkemuka "New York Times" memuat sepucuk surat yang dilayangkan khusus untuk rakyat Amerika. Surat tersebut tertandatangan atas nama ilmuwan kesohor pada waktu itu, Albert Einstein.

Surat tersebut secara terbuka menyerukan masyarakat Amerika untuk menolak kunjungan Presiden Israel Manahim Pygen ke Amerika. Eisntein juga memuat seruan kepada rakyat Amerika untuk tidak memberikan dukungan kepada negara yang baru berdiri itu.

Einstein juga membicarakan karakter fasis dan nazis Israel, dengan mengisahkan tragedi pembantaian Deir Yasin di mana hampir 240 orang Palestina terbunuh, termasuk anak-anak dan laki-laki. Tak hanya itu saja, fisikawan legendaris itu juga mengajak para wartawan untuk mengunjungi wilayah tersebut, serta menyaksikan bekas-bekas pembantaian.

Einstein adalah seorang Yahudi, namun ia menolak unsur Zionisme dan pendudukan Israel.

Di dalam Surat Al-Maidah ayat 82, Allah SWT telah berfirman tentang hubungan orang-orang Yahudi dan Nasrani dengan orang-orang Muslim. Yahudi di sini dalam artian sifat dan pandangan hidup (Millah), bukan ras (lihat ayat-ayat sebelumnya seperti ayat 78 – 81), karena sesungguhnyalah tidak ada itu yang bernama ras Yahudi. Yahudi asli adalah ras semit juga sebagaimana bangsa Arab lainnya. Mereka satu keturunan yakni Bani Ibrahim.

Sedang yang sekarang ini kadung disebut sebagai “Yahudi” sebenarnya terdiri dari campuran berbagai macam ras, sebab itu dikenal ada “Yahudi Falasha” yang negro, “Yahudi berkulit putih dan sipit”, “Yahudi Bule”, “Yahudi Arab” dan sekarang di Indonesia banyak “Yahudi Melayu”. Mereka ini sebenarnya hanya mengaku-aku. Ada sejarah panjang yang menyebabkan itu.

Ketika Bani Israel mendirikan 12 kampung di Palestina (Masa Para Hakim), mereka ini diserbu oleh Raja Babylonia bernama Nebukadnezar. Semua Bani Israel dibunuh, semua Taurat Yerusalem yang berasal dari Musa dimusnahkan, dan Haikal Sulaiman dihancurkan. Nebukadnezar hanya menyisakan bagian dari Bani Israel yang sakit-sakitan, tua, dan anak-anak kecil. Mereka ditawan dan diboyong ke Irak untuk dijadikan budak. Sebenarnya, Bani Israel ini pulang kampung. Karena Bani Israel, anak-anak dari Yakub, dilahirkan semua di Harran, utara Irak. Hanya Bunyamin, anak dari Yakub dan Rahul, yang dilahirkan di Palestina. Bunyamin bersaudara dengan Yusuf a.s. dan dimusuhi oleh ke-10 saudara sebapak lain ibu.

Di Irak, Bani Israel ini beranak-pinak dan membuat Taurat baru yang dinamakan Taurat Babylonia. Taurat ini sama sekali beda dengan Taurat Musa dan menjadi sumber dari Kitab Talmud yang dijadikan lebih suci ketimbang Taurat Babylonia sekarang ini. Isi dari Talmud banyak yang serupa dengan isi dari Injil Gereja Setan. Sebab itu, Talmud disebut juga sebagai kitab iblis dan mereka yang berpegangan kepada Talmud—orang-orang Zionis Yahudi itu—adalah para pengikut iblis.

Zionis-Yahudi sekarang ini berpedoman kepada Talmud dan Taurat Babylonia. Dan karena Zionis-Yahudi sebenarnya bukan ras tersendiri, tapi dari berbagai macam ras, tapi memiliki keyakinan yang satu, maka semua orang yang mendukung Zionisme sebenarnya bisa dikategorikan sebagai kaum Zionis-Yahudi, walau mungkin di KTP mereka itu beragama Islam atau Kristen atau Budha atau Hindu atau Kong Hu Cu atau yang lainnya. Orang-orang liberal yang mempermainkan ayat-ayat Allah SWT seenaknya dan berbaik-baikan dengan Zionis-Israel bisa dimasukkan ke dalam kelompok “Zionis-Yahudi”, di mana terhadap mereka berlaku hukum Allah terhadap kaum kafirin, walau mungkin mereka pernah bersyahadat. Karena Snouck Hurgronje pun pernah bersyahadat, walau diniatkan untuk sesuatu yang jahat.

Perbedaan antara Zionis-Yahudi dengan Yahudi Anti Zionis seperti Neturei Karta (NK) terutama di dalam penyikapan mereka terhadap hari akhir. NK berkeyakinan jika Taurat Babylonia dan Talmud adalah kitab iblis, dan pembentukan negara Israel harus terlebih dahulu menunggu datangnya Messias mereka (Raja Yahudi) yang akan memimpin mereka. Sebelum datangnya Sang Messias, maka Yahudi seharusnya tunduk pada ketetapan Tuhan yang memerintahkannya untuk menyebar di seluruh dunia (Diapsora). Sebab itu mereka menentang keras gerakan Zionisme yang telah mendirikan negara Israel di tanah Palestina, padahal Messias belumlah datang. NK berkeyakinan jika gerakan Zionisme merupakan pengkhianatan terhadap Yudaisme dan sebab itu harus dihancurkan.

Sedang Zionis-Yahudi (Zionis-Israel), yang memegang Taurat Babylonia dan Talmud, berkeyakinan jika negara Israel harus didirikan untuk menyambut kedatangan Sang Messias. Nanti di hari akhir, Sang Messias akan memimpin mereka untuk mendirikan Israel Raya di mana semua manusia tunduk di bawah hegemoni Israel Raya.

Pertentangan dan permusuhan di antara Bani Israel ini sesungguhnya bukan barang baru. Di masa para Hakim di Palestina, ketika mereka masih terdiri dari 12 kampung kecil, diantara mereka juga saling berperang, dan kemudian menjadi dua “kerajaan” besar yakni Yahuda di utara Palestina dan Israel di Palestina selatan, yang terus berperang dengan sengit.

Kemesraan Iran terhadap Yahudi bukan barang baru. Seorang sahabat saya yang pernah mengunjungi Iran menyatakan jika di Teheran terdapat sekurangnya 40 sinagog dan orang-orang Yahudi yang tinggal di Iran bisa hidup dengan aman dan beibadah di sana. Namun tidak ada satu pun masjid Kaum Sunni di Teheran dan orang-orang Sunni di negeri tersebut terus saja dimusuhi bahkan dikejar-kejar.

Dan soal dosa atau tidak, itu merupakan hak prerogatif Allah SWT, bukan manusia. Sama halnya ketika MUI mengharamkan Golput dalam Pemilu 2009, yang secara eksplisit MUI menyatakan berdosa jika ada orang Islam yang Golput dalam Pemilu 2009. Dalam hal ini MUI memang jelas kebablasan dan menjadi perpanjangan kepentingan politik sekuler.

Sebab itu, saya pribadi di dalam Pemilu 2009 akan bersikap adil, yakni mencontreng semua calon dan semua parpol, dan ini bukan Golput. Banyak kawan-kawan saya yang menjadi caleg sekarang ini, dan karena saya mencintai mereka dengan tulus, maka saya tidak ingin menjerumuskan teman-teman saya yang masih lurus ini untuk masuk ke dalam gedung parlemen di mana uang menjadi Tuhan bagi mayoritas anggota dewan. Saya takut, jika mereka masuk ke dalam sistem yang sungguh-sungguh jahil ini, iman mereka akan bobol dan akhirnya bukannya “mewarnai” namun malah jadi “terwarnai”. Saya akan lebih berdosa jika menjerumuskan sahabat-sahabat saya ini ke dalam lembah kesesatan, karena fakta dan bukti yang terjadi sepanjang periode 2004 hingga 2009 ini sangat banyak dan jelas. Yang tadinya anti Suharto jadi pengikut Suharto misalnya, semua ini disebabkan oleh bab al-fulus. Ini keterlaluan. Wallahu’alam bishawab.


Penyesalan Mendalam Ahli Neraka


Dari : Majelis Tausyah Para Kiai dan Ustadz Indonesia

Al-Qur’an seringkali menggambarkan berbagai bentuk penyesalan para penghuni Neraka. Salah satu di antara bentuk penyesalan itu berkaitan dengan urusan ”ketaatan”. Kelak para penghuni Neraka pada saat tengah mengalami penyiksaan yang begitu menyengsarakan berkeluh kesah penuh penyesalan mengapa mereka dahulu sewaktu di dunia tidak mentaati Allah dan RasulNya. Kemudian mereka menyesal karena telah menyerahkan kepatuhan kepada para pembesar, pemimpin, Presiden, Imam, Amir, Qiyadah dan atasan mereka yang ternyata telah menyesatkan mereka dari jalan yang lurus. Akhirnya, karena nasi telah menjadi bubur, mereka hanya bisa mengharapkan agar para mantan pimpinan mereka itu diazab oleh Allah dua kali lipat daripada azab yang mereka terima. Bahkan penghuni Neraka akhirnya mengharapkan agar para mantan pimpinan mereka itu dikutuk dengan kutukan yang sebesar-besarnya. Semoga Allah melindungi kita dari penyesalan demikian. Na’udzubillahi min dzaalika..!

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا

وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا

رَبَّنَا آَتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا

”Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul". Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta`ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar".(QS AlAhzab ayat 66-68)

Gambaran di atas merupakan suatu gambaran yang sungguh mengenaskan. Bagaimana kumpulan manusia yang sewaktu di dunia begitu menghormati dan mempercayai para pembesar dan pemimpin mereka, tiba-tiba setelah sama-sama dimasukkan Allah ke dalam derita Neraka mereka baru sadar ternyata telah ditipu oleh para pemimpin tersebut sehingga berbalik menjadi pembenci dan pengutuk para mantan pembesar dan pemimpin tersebut. Mereka terlambat menyadari jika telah dikelabui dan disesatkan dari jalan yang benar. Mereka terlambat menyadari bahwa sesungguhnya para pemimpin dan pembesar itu tidak pernah benar-benar mengajak dan mengarahkan mereka ke jalan yang mendatangkan keridhaan dan rahmat Allah.

Itulah sebabnya tatkala Allah menyuruh orang-orang beriman mentaati Allah dan RasulNya serta ”ulil amri minkum” (para pemimpin di antara orang-orang beriman) saat itu juga Allah menjelaskan kriteria ”ulil amri minkum” yang sejati. Yaitu mereka yang di dalam kepemimpinannya bilamana menghadapi perselisihan pendapat maka Allah (Al-Qur’an) dan RasulNya (As-Sunnah/Al-Hadits) menjadi rujukan mereka dalam menyelesaikan dan memutuskan segenap perkara.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ

إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

”Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS An-Nisaa ayat 59)

Benar, Islam sangat menganjurkan kita semua supaya taat kepada pemimpin, namun pemimpin yang seperti apa? Apakah patut kita mentaati para pembesar dan pemimpin bilamana mereka tidak pernah menjadikan AlQur’an dan As-Sunnah sebagai rujukan untuk menyelesaikan berbagai problema yang muncul? Mereka lebih percaya kepada hukum dan aturan bikinan manusia, bikinan para legislator, daripada meyakini dan mengamalkan ketentuan-ketentuan Allah dan RasulNya. Pantaslah bilamana masyarakat yang sempat menghormati dan mempercayai para pembesar dan pemimpin seperti ini sewaktu di dunia kelak akan menyesal ketika sudah masuk Neraka. Bahkan mereka akan berbalik menyerang dan memohon kepada Allah agar para ulil amri gadungan tersebut diazab dan dikutuk...!

Tetapi kesadaran dan penyesalan di saat itu sudah tidak bermanfaat sama sekali untuk memperbaiki keadaan. Sehingga Allah menggambarkan bahwa pada saat mereka semuanya telah divonis menjadi penghuni Neraka lalu para pengikut dan pemimpin berselisih di hadapan Allah sewaktu di Padang Mahsyar. Para pengikut menuntut pertanggungjawaban dari para pembesar, namun para pembesar itupun cuci tangan dan tidak mau disalahkan. Para pemimpin saat itu baru mengakui bahwa mereka sendiri tidak mendapat petunjuk dalam hidupnya sewaktu di dunia, sehingga wajar bila merekapun tidak sanggup memberi petunjuk sebenarnya kepada rakyat yang mereka pimpin. Mereka mengatakan bahwa apakah mau berkeluh kesah ataupun bersabar sama saja bagi mereka. Hal itu tidak akan mengubah keadaan mereka barang sedikitpun. Baik pemimpin maupun rakyat sama-sama dimasukkan ke dalam derita Neraka.

وَبَرَزُوا لِلَّهِ جَمِيعًا فَقَالَ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا

إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ

قَالُوا لَوْ هَدَانَا اللَّهُ لَهَدَيْنَاكُمْ سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِنْ مَحِيصٍ

”Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: "Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab: "Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri". (QS Ibrahim ayat 21)

Allah menggambarkan bahwa kumpulan pengikut taqlid dan pemimpin sesat ini adalah kumpulan orang-orang zalim. Para pemimpin sesat akan berlepas diri dari para pengikut taqlidnya. Sedangkan para pengikut taqlid bakal menyesal dan berandai-andai mereka dapat dihidupkan kembal ke dunia sehingga mereka pasti berlepas diri, tidak mau loyal dan taat kepada para pemimpin sesat tersebut. Tetapi semuanya sudah terlambat.

وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ

وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا

كَذَلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ

”Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka.” (QS Al-Baqarah ayat 165-167)

Penyebab Su'ul Khotimah

Shiddiq Hasan Khan mengatakan bahwa su’ul khatimah memiliki sebab-sebab yang harus diwaspadai oleh seorang mukmin. Pertama, kerusakan dalam aqidah, walau disertai zuhud dan kesholehan. Jika ia memiliki kerusakan dalam aqidah dan ia meyakininya sambil tidak menganggap itu salah, terkadang kekeliruan aqidahnya itu tersingkap pada saat sakratul maut. Bila ia wafat dalam keadaan ini sebelum ia menyadari dan kembali ke iman yang benar, maka ia mendapatkan su’ul khatimah dan wafat dalam keadaan tidak beriman. Setiap orang yang beraqidah secara keliru berada dalam bahaya besar dan zuhud serta kesholehannya akan sia-sia. Yang berguna adalah aqidah yang benar yang bersumber dari Kitabullah dan Sunnah Rasul. Mereka terancam oleh ayat Allah berikut:

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ

فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

”Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS Al-Kahfi ayat 103-104)

Kedua, banyak melakukan maksiat. Orang yang sering bermaksiat akan didominasi oleh memori tersebut saat kematian menjelang. Sebaliknya bila seseorang seumur hidupnya banyak melakukan ketaatan, maka memori tersebutlah yang menemaninya saat sakratul maut. Orang yang banyak dosanya sehingga melebihi ketatannya maka ini sangat berbahaya baginya. Dominasi maksiat akan terpateri di dalam hatinya dan membuatnya cenderung dan terikat pada maksiat, dan pada gilirannya menyebabkan su’ul khatimah. Adz-Dzahabi dalam kitabnya al-Kaba’ir mengutip Mujahid: Tidaklah seseorang mati kecuali ditampilkan kepadanya orang-orang yang biasa ia gauli. Seorang lelaki yang suka main catur sekarat, lalu dikatakan kepadanya: ”Ucapkanlah La ilaha illa Allah.” Ia menjawab: ”Skak!” kemudian ia mati. Jadi, yang mendominasi lidahnya adalah kebiasaan permainan dalam hidupnya. Sebagai ganti kalimat Tauhid, ia mengatakan skak.

Ketiga, tidak istiqomahSungguh, seorang yang istiqomah pada awalnya, lalu berubah dan menyimpang dari awalnya bisa menjadi penyebab ia mendapat su’ul khatimah, seperti iblis yang pada mulanya merupakan pemimpin dan guru malaikat serta malaikat yang paling gigih beribadah, tapi kemudian tatakala ia diperintah untuk sujud kepada Adam, ia membangkang dan menyombongkan diri, sehingga ia masuk golongan kafir. Demikian pula dengan ulama Bani Israil Bal’am yang digambarkan dalam ayat berikut:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آَتَيْنَاهُ آَيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ

فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ

وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ

ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

سَاءَ مَثَلًا الْقَوْمُ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا وَأَنْفُسَهُمْ كَانُوا يَظْلِمُونَ

”Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.” (QS Al-A’raaf ayat 175-177)

Keempat, iman yang lemah. Hal ini dapat melemahkan cinta kepada Allah dan menguatkan cinta dunia dalam hatinya. Bahkan lemahnya iman dapat mendominasi dirinya sehingga tidak tersisa dalam hatinya tempat untuk cinta kepada Allah kecuali sedikit bisikan jiwa, sehingga pengaruhnya tidak tampak dalam melawan jiwa dan menahan maksiat serta menganjurkan berbuat baik. Akibatnya ia terperosok ke dalam lembah nafsu syahwat dan perbuatan maksiat, sehingga noda hitam dosa menumpukdi dalam hati dan akhirnya memadamkan cahaya iman yang lemah dalam hati. Dan ketika sakratul maut tiba, cinta Allah semakin melemah manakala ia melihat ia akan berpisah dengan dunia yang dicintainya. Kecintaannya pada dunia sangat kuat, sehingga ia tidak rela meninggalkannya dan tak kuasa berpisah dengannya. Pada saat yang sama timbul rasa khawatir dalam dirinya bahwa Allah murka dan tidak mencintainya. Cinta Allah yang sudah lemah itu berbalik menjadi benci. Akhirnya bila ia mati dalam kondisi iman seperti ini, maka ia mendapat su’ul khatimah dan sengsara selamanya.

Dari http://www.facebook.com/pages/MAJELIS-TAUSIAH-PARA-KYAI-USTADZ-INDONESIA/203914683789?v=wall#!/notes/majelis-tausiah-para-kyai-ustadz-indonesia/penyebab-suul-khatimah-sakaratul-maut-ust-ihsan-tanjung-/406950358292

Sabtu, 12 Juni 2010

Hudzaifah Ibnul Yaman

Hudzaifah.org - Rasulullah saw. menilai dalam pribadi Hudzaifah Ibnul Yaman terdapat tiga keistimewaan yang menonjol. Pertama, cerdas, sehingga dia dapat meloloskan diri dalam situasi yang serba sulit. Kedua, cepat tanggap, berpikir cepat, tepat dan jitu, yang dapat dilakukannya setiap diperlukan. Ketiga, cermat memegang rahasia, dan berdisplin tinggi, sehingga tidak seorang pun dapat mengorek yang dirahasiakannya. 

Sudah menjadi salah satu kebijaksanaan Rasulullah, berusaha menyingkap keistimewaan para sahabatnya dan menyalurkannya sesuai dengan bakat dan kesanggupan yang terpendam dalam pribadi masing-masing mereka. Yakni, menempatkan seseorang pada tempat yang selaras. 

Kesulitan terbesar yang dihadapi kaum muslimin di Madinah ialah kehadiran kaum Yahudi munafik dan sekutu mereka, yang selalu membuat isu-isu dan muslihat jahat, yang selalu dilancarkan mereka terhadap Rasulullah dan para sahabat. Untuk menghadapi kesulitan ini, Rasulullah mempercayakan suatu yang sangat rahasia kepada Hudzaifah Ibnul Yaman, dengan memberikan daftar nama orang munafik itu kepadanya. Itulah suatu rahasia yang tidak pernah bocor kepada siapa pun hingga sekarang, baik kepada para sahabat yang lain atau kepada siapa saja. 

Dengan mempercayakan hal yang sangat rahasia itu, Rasulullah menugaskan Hudzaifah memonitor setiap gerak-gerik dan kegiatan mereka, untuk mencegah bahaya yang mungkin dilontarkan mereka terhadap Islam dan kaum muslimin. Karena inilah, Hudzaifah Ibnul Yaman digelari oleh para sahabat dengan Shaahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahasia Rasulullah). 

Suatu ketika, Rasulullah memerintahkan Hudzaifah melaksanakan suatu tugas yang amat berbahaya, dan membutuhkan keterampilan luar biasa untuk mengatasinya. Karena itulah, beliau memilih orang yang cerdas, tanggap, dan berdisiplin tinggi. Peristiwa itu terjadi pada puncak peperangan Khandaq. Kaum muslimin telah lama dikepung rapat oleh musuh, sehingga mereka merasakan ujian yang berat, menahan penderitaan yang hampir tidak tertangguhkan, serta kesulitan-kesulitan yang tidak teratasi. 

Semakin hari situasi semakin gawat, sehingga menggoyahkan hati yang lemah. Bahkan, menjadikan sementara kaum muslimin berprasangka yang tidak wajar terhadap Allah SWT. Namun begitu, pada saat kaum muslimin mengalami ujian berat dan menentukan itu, kaum Quraisy dan sekutunya yang terdiri dari orang-orang musyrik tidak lebih baik keadaannya daripada yang dialami kaum muslimin. Karena murka-Nya, Allah menimpakan bencana kepada mereka dan melemahkan kekuatannya. Allah meniupkan angin topan yang amat dahsyat, sehingga menerbangkan kemah-kemah mereka, membalikkan periuk, kuali, dan belanga, memadamkan api, menyiramkan muka mereka dengan pasir dan menutup mata dan hidung mereka dengan tanah. 

Pada situasi genting dalam sejarah setiap peperangan, pihak yang kalah ialah yang lebih dahulu mengeluh dan pihak yang menang ialah yang dapat bertahan menguasai diri melebihi lawannya. Dalam detik-detik seperti itu, amat diperlukan informasi secepatnya mengenai kondisi musuh, untuk menetapkan penilaian dan landasan dalam mengambil putusan melalui musyawarah. 

Ketika itulah Rasulullah membutuhkan keterampilan Hudzaifah Ibnul Yaman untuk mendapatkan info-info yang tepat dan pasti. Maka, beliau memutuskan untuk mengutus Hudzaifah ke jantung pertahanan musuh, dalam kegelapan malam yang hitam pekat. Marilah kita dengarkan dia bercerita, bagaimana dia melaksanakan tugas maut tersebut. Hudzaifah berkata, "Malam itu kami (tentara muslimin) duduk berbaris, Abu Sufyan dengan dua baris pasukannya kaum musyrikin Mekah mengepung kami sebelah atas. Orang-orang Yahudi Bani Quraizhah berada di sebelah bawah. Yang kami khawatirkan ialah serangan mereka terhadap para wanita dan anak-anak kami. Malam sangat gelap. Belum pernah kami alami
gelap malam yang sepekat itu, sehingga tidak dapat melihat anak jari sendiri. 

Angin bertiup sangat kencang, sehingga desirannya menimbulkan suara bising yang memekakkan. Orang-orang lemah iman, dan orang-orang munafik minta izin pulang kepada Rasulullah, dengan alasan rumah mereka tidak terkunci. Padahal, sebenarnya rumah mereka terkunci. 

Setiap orang yang minta izin pulang diberi izin oleh Rasulullah, tidak ada yang dilarang atau ditahan beliau. Semuanya keluar dengan sembunyi-sembunyi, sehingga kami yang tetap bertahan hanya tinggal 300 orang. Rasulullah berdiri dan berjalan memeriksa kami satu per satu. Setelah beliau sampai di
dekatku, aku sedang meringkuk kedinginan. Tidak ada yang melindungi tubuhku dari udara dingin yang menusuk-nusuk, selain sehelai sarung butut kepunyaan istriku, yang hanya dapat menutupi hingga lutut. Beliau mendekatiku yang sedang menggigil, seraya bertanya,
"siapa ini!" 
"Hudzaifah!" jawabku. 
"Hudzaifah!� tanya Rasulullah minta kepastian. �Aku merapat ke tanah, sulit berdiri
karena sangat lapar dan dingin.� 
"Betul, ya Rasulullah!" jawabku. 
"Ada beberapa peristiwa yang dialami musuh. Pergilah engkau ke sana dengan sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan data-data yang pasti, dan laporkan kepadaku segera�!" kata beliau memerintah. 
Aku bangun dengan ketakutan dan kedinginan yang sangat menusuk. 
Maka, Rasulullah berdoa, "Wahai Allah! lindungilah dia, dari hadapan, dari belakang, kanan, kiri, atas, dan dari bawah." 

Demi Allah! sesudah Rasulullah saw. selesai berdoa, ketakutan yang menghantui dalam dadaku dan kedinginan yang menusuk-nusuk tubuhku hilang seketika, sehingga aku merasa segar dan perkasa. Tatkala aku memalingkan diriku dari Rasulullah, beliau memanggilku dan berkata, "Hai, Hudzaifah! sekali-kali jangan melakukan tindakan yang mencurigakan mereka sampai tugasmu selesai, dan kembali kepadaku!" 
Jawabku, "Saya siap, ya Rasulullah!" 

Lalu, aku pergi dengan sembunyi-sembunyi dan hati-hati sekali, dalam kegelapan malam yang hitam kelam. Aku berhasil menyusup ke jantung pertahanan musuh dengan berlagak seolah-olah aku anggota pasukan mereka. Belum lama aku berada di tengah-tengah mereka, tiba-tiba terdengar Abu Sufyan memberi komando. Ia berkata, "Hai, pasukan Quraisy! dengarkan aku berbicara kepada kamu sekalian. Aku sangat khawatir, hendaknya pembicaraanku ini jangan sampai terdengar oleh Muhammad. Karena itu, telitilah lebih dahulu setiap orang yang berada di samping kalian masing-masing!" 
Mendengar ucapan Abu Sufyan, aku segera memegang tangan orang yang di sampingku seraya bertanya, "Siapa kamu?" 
Jawabnya, "Aku si Anu, anak si Anu!" 
Sesudah dirasanya aman, Abu Sufyan melanjutkan bicaranya, "Hai, pasukan Quraisy! demi Tuhan! Sesungguhnya kita tidak dapat bertahan di sini lebih lama lagi. Hewan-hewan kendaraan kita telah banyak yang mati. Bani Quraizhah berkhianat meninggalkan kita. Angin topan menyerang kita dengan ganas seperti kalian rasakan. Karena itu, berangkatlah kalian sekarang dan tinggalkan tempat ini. Sesungguhnya aku sendiri akan berangkat." 

Selesai berkata demikian, Abu Sufyan kemudian mendekati untanya, melepaskan tali penambat, lalu dinaiki dan dipukulnya. Unta itu bangun dan Abu Sufyan langsung berangkat. Seandainya Rasulullah tidak melarangku melakukan suatu tindakan di luar perintah sebelum datang melapor kepada beliau, sungguh telah kubunuh Abu Sufyan dengan pedangku. 

Aku kembali ke pos komando menemui Rasulullah. Kudapati beliau sedang salat di tikar kulit, milik salah seorang istrinya. Tatkala beliau melihatku, didekatkannya kakinya kepadaku dan diulurkannya ujung tikar menyuruhku duduk di dekatnya. Lalu, kulaporkan kepada beliau segala kejadian yang kulihat dan kudengar. Beliau sangat senang dan bersuka hati, serta mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT. Hudzaifah Ibnul Yaman sangat cermat dan teguh memegang segala rahasia mengenai orang-orang munafik selama hidupnya, sampai kepada seorang khalifah sekalipun yang mencoba mengorek rahasia tetap ia tidak mau membocorkannya. Sampai-sampai khalifah Umar bin Khathtab r.a. ada orang muslim yang meninggal, dia bertanya, "Apakah Hudzaifah turut menyalatkan jenazah orang itu ?" Jika mereka menjawab, "Ada," beliau turut menyalatkannya. []

Dicuplik dari: Kepahlawanan Generasi Sahabat Rasulullah, Abdulrahman Ra'fat Basya

Belas Kasih Rasul SAW

Hudzaifah.org - Apabila pelaku kesalahan itu menunjukkan penyesalan atas kesalahan-kesalahannya dan bertobat secara sungguh-sungguh, maka Nabi Saw memperlihatkan belas kasihan kepadanya. Hal ini sebagaimana yang pernah terjadi pada sejumlah orang yang minta fatwa kepada beliau. 

Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Abu Hurairah r.a berkata, “Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah Saw, seorang laki-laki datang seraya berkata, “Wahai Rasulullah, binasalah aku!” 

Rasulullah bertanya, “Apa yang terjadi padamu?” 

Laki-laki itu menjawab, “Aku telah melakukan hubungan suami-istri dengan istriku padahal aku sedang berpuasa Ramadhan. 

Lalu Rasulullah Saw bertanya, ‘Apakah ada seorang hamba sahaya yang kamu merdekakan?” 

Dia menjawab, “Tidak.” 

Nabi bertanya lagi, ‘Mampukah kamu melakukan puasa selama dua bulan berturut-turut?” 

Dia menjawab, “Tidak.” 

Nabi bertanya lagi, “Apakah kamu mampu memberi makan sebanyak enam puluh orang miskin?” 

Dia menjawab, “Tidak.”

Abu Hurairah berkata, “Nabi Saw terdiam sejenak lalu pergi. Pada saat kami masih dalam keadaan terdiam seperti itu, beliau datang membawa sekeranjang kurma seraya bersabda, ‘Mana orang yang bertanya itu?” 

Laki-laki itu menjawab, “Aku di sini.” 

Nabi berkata, “Ambillah kurma ini dan bersedekahlah dengannya.”

Lalu laki-laki itu berkata lagi, ‘Wahai Rasulullah, apakah sedekah ini harus aku berikan kepada orang yang lebih miskin daripada aku? Demi Allah, tidak ada satu keluarga pun di antara dua distrik perkampungan ini yang lebih miskin dari aku!” 

Mendengar jawaban dengan kata-katanya ini, Rasulullah tertawa hingga tampak gigi gerahamnya seraya bersabda, ‘Berilah keluargamu makanan dengan kurma ini.”





Sumber : Kitab “Cara Nabi Saw Menegur dan Meluruskan Kesalahan”, Salih Al Munjid

Mesir Larang Masuk Konvoi Kemanusiaan

Gaza – Infopalestina: Pihak Mesir kemarin Jumat (11/6) melarang masuknya konvoi bantuan kemanusiaan “Alwafa lisyuhada” Freedom flotilla yang diselenggarakan oleh relawan Aljazair ke Jalur Gaza melalui Rafah. 

Sumber pemantau menegaskan kepada Infopalestina bahwa pihak berwenang Mesir menolak member izin kepada delegasi relawan Aljazair yang terdiri dari 16 orang, tiga di antaranya aleg, tokoh penting dan ketua lembaga untuk masuk ke Jalur Gaza melalui pintu gerbang Rafah di perbatasan untuk mengawal bantuan medis dan kemanusiaan yang mereka bawa. 

Mesir menyampaikan bahwa mereka bisa memberi kepada aleg masuk Gaza tanpa bahan bantuan yang mereka bawa. Namun ini ditolak delegasi Aljazair. 

Sumber menegaskan, atas sikap Mesir ini delegasi relawan Aljazair mengungkapkan kemarahannya sebab mereka sebelumnya sudah melakukan koordinasi dengan kedubes Aljazair di Mesir dan mendapatkan persetujuan. Apalagi bantuan itu dibeli di Mesir dengan bekerjasama dengan Bulan Sabit Merah Mesir, demikian ungkap kepala delegasi relawan Aljazair Nashruddin Shaqlal. Bantuan itu hanya berupa bantuan medis dan kemanusiaan.  

Para delegasi itu menegaskan mereka tidak akan kembali ke Aljazair jika tidak bisa menyampaikan amanat bangsa Aljazair kepada warga Jalur Gaza. 

Seorang wanita Aljazair yang menerima bantuan sebesar 2000 dinar yang ikut dalam konvoi bantuan kali ini bertekad memberikanya kepada seorang wanita Palestina di Jalur Gaza sesuai dengan amanat yang dititipkan kepadanya. “Ini amanat dan akan ditanyakan Allah,” tuturnya. (bn-bsyr)

Selasa, 08 Juni 2010

Tentang Dajjal

Dajjal adalah kata Arab yang lazim digunakan untuk istilah "nabi palsu". Namun istilah Ad-Dajjal, merujuk pada sosok "Penyamar" atau "Pembohong" yang muncul menjelang kiamat. Istilahnya adalah Al-Masih Ad-Dajjal (Bahasa Arab untuk "Al Masih Palsu") adalah terjemahan dari istilah Syria Meshiha Deghala yang telah menjadi kosa kata umum dari Timur Tengah selama lebih dari 400 tahun sebelum Al-Quran diturunkan.

Istilah Meshiha Deghala berasal dari kata antichristos yang merupakan bahasa Yunani. Secara internasional, sosok ini dikenal dengan Dajjal, tanpa menambahkan tata bahasa Arab. Namun istilah Dajjal telah merujuk kepada apa yang dimaksud Ad-Dajjal dalam istilah bahasa Arab

Dajjal tidak disebut dalam Al-Quran, tetapi terdapat dalam hadis dan Sunah yang menguraikan sifat-sifat Dajjal. Berdasarkan kepercayaan yang telah umum dalam kalangan muslim, karakteristik ad-Dajjal adalah sebagai berikut:

  • Dajjal memiliki cacat fisik berupa mata kiri yang buta, dan mata kanan yang dapat melihat tetapi berwarna gelap (hitam). Dalam beberapa hadis menjelaskan ia hanya memiliki sebuah mata. Ia akan menunggangi keledai putih yang satu langkahnya sama dengan satu mil jaraknya. Keledai tersebut memakan api dan menghembus asap, dapat terbang di atas daratan dan menyeberangi lautan.
  • Dajjal seorang pemuda posturnya gemuk, kulitnya kemerah-merahan, berambut keriting, matanya sebelah kanan buta, dan matanya itu seperti buah anggur yang masak’ (tak bersinar), serupa dengan Abdul Uzza bin Qathan (lelaki Quraisy dari Khuza’ah yang hidup di zaman Jahiliyah).[2]
  • Dia akan menipu para umat muslim dengan mengajari mereka tentang surga, tapi ajaran tersebut adalah sebaliknya (Neraka).
  • Huruf Arab Kaf Faa Raa (kafir, bermakna kufur) akan muncul pada dahinya dan akan mudah dilihat oleh muslim yang bisa membaca maupun yang buta huruf.
  • Dia dapat melihat dan mendengar di banyak tempat pada waktu bersamaan.
  • Dia mempunyai keahlian untuk menipu manusia.
  • Dia akan coba meletakkan manusia pada tingkatan Tuhan.
  • Dia akan menyatakan dirinya adalah Tuhan dan akan menipu manusia dalam berpikir. Ia mengatakan bahwa ia telah bangun dari kematian. Salah satu orang penting akan ia bunuh dan kemudian ia akan menghidupkannya. Sesudah itu Allah akan menghidupkan apa yang ia bunuh tersebut, setelah itu ia tidak memiliki kekuatan ini lagi. Berdasarkan sumber lain tentang akhirat yang ditulis Anwar al-Awlaki), seorang lelaki beriman akan datang dari Madinah terus ke Dajjal, berdiri pada atas Uhud, dan dengan beraninya mengatakan bahwa Dajjal adalah Dajjal. Kemudian ia akan bertanya, "Apakah kamu percaya bahwa aku adalah Tuhan jika aku membunuhmu dan kemudian menghidupkan kamu?" Lalu Dajjal membunuh lelaki beriman tersebut, setelah itu menghidupkannya kembali, namun lelaki itu akan berkata bahwa dia semakin tidak percaya bahwa Dajjal adalah Tuhan.
  • Siapa saja yang menolak dan tidak percaya dengannya, mereka akan menderita kemarau dan kelaparan. Siapa saja yang menerimanya akan hidup dalam kehidupan senang.
  • Sebagian besar ajaran Islam mempercayai bahwa ia muncul di Kota Isfahan
  • Dia tidak bisa memasuki Makkah atau Madinah karena dijaga para malaikat.
  • Imam Mahdi akan melawannya atas nama Islam.
  • Dia akan dibunuh oleh Nabi Isa dekat pintu gerbang Lud yang merupakan wilayah Israel saat ini.

Bedasarkan sebuah hadis yang menceritakan tentang Dajjal. Hadis tersebut menceritakan suatu hari pada musim kemarau, Dajjal akan bertanya, "Apakah kamu menginginkan api atau air?" Jika menjawab air, itu bermakna api yang diberikannya, Jika jawabannya api, ia akan memberi air. Kamu akan diberikan air jika kamu mengakui Dajjal adalah Tuhan dan bila kamu murtad dari agama Allah. Apabila kamu lebih memilih api tetapi tetap berada di jalan Allah, maka kamu akan dibunuhnya.

Dajjal membawa api dan air; Muhammad bersabda: "Sesungguhnya Dajjal itu akan keluar dengan membawa air dan api, maka apa yang dilihat manusia sebagai air, sebenarnya itu adalah api yang membakar. Sedang apa yang dilihat oleh manusia sebagai api, maka itu sebenarnya adalah air yang dingin dan tawar. Maka barangsiapa yang menjumpainya, hendaklah menjatuhkan dirinya ke dalam apa yang dilihatnya sebagai api, kerana ia sesungguhnya adalah air tawar yang nyaman." [3]

Dajjal membawa sesuatu yang menyerupai syurga dan neraka; Dari Abu Hurairah berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: "Sukakah aku ceritakan kepadamu tentang Dajjal, yang belum diberitakan oleh Nabi kepada kaumnya. Sungguh Dajjal itu buta mata sebelahnya dan ia akan datang membawa sesuatu yang menyerupai syurga dan neraka, adapun yang dikatakan syurga, maka itu adalah neraka. Dan aku memperingatkan kalian sebagaimana Nabi Nuh a.s memperingatkan kepada kaumnya."

Dajjal membawa sungai air dan sungai api; Dari Abu Hudzaifah berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya aku lebih tahu dari Dajjal itu sendiri tentang apa padanya. Dia mempunyai dua 2 sungai mengalir. Yang satu menurut pandangan mata adalah air yang putih bersih. Yang satu lagi menurut mata adalah api yang bergelojak. Sebab itu, kalau seorang mendapatinya hendaklah mendekati sungai yang kelihatan api. Hendaklah dipejamkan matanya, kemudian ditekurkan kepalanya, lalu diminumnya air sungai itu kerana itu adalah air sungai yang sejuk. Sesungguhnya Dajjal itu buta matanya sebelah ditutupi oleh daging yang tebal, tertulis antara dua 2 matanya (di keningnya) perkataan kafir yang dapat dibaca oleh setiap orang beriman pandai baca atau tidak.

Nabi Muhammad mengingatkan para pengikutnya untuk membaca dan menghapal sepuluh ayat pertama dari Surat Al-Kahfi sebagai perlindungan dari Dajjal, dan kalau bisa berlindung di kota Madinah dan Mekkah, karena Dajjal tidak akan pernah bisa masuk kota tersebut yang dijaga oleh para malaikat. Muhammad juga mengingatkan para pengikutnya untuk berdoa, "Ya Allah! Aku berlindung dengan-Mu dari bencana Dajjal." Dia juga menyatakan tidak ada musibah yang lebih hebat daripada bencana yang ditimbulkan Dajjal sejak penciptaan Nabi Adam hingga Hari Kebangkitan.

Paus Berharap Konflik di Palestina berakhir

Nikosia - Paus Benediktus XVI melakukan kunjungan ke Siprus. Dalam sebuah acara yang digelar di lapangan yang dihadiri sekitar 10 ribu orang ini, Paus berharap agar konflik di Timur Tengah segera berakhir.

"Saya berharap agar ada upaya internasional untuk mendesak segera diselesaikannya ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah, sebelum terjadi pertumpahan darah yang lebih besar," kata Paus seperti dilansir AFP, Minggu (6/6/2010).

Paus berharap agar umat Kristiani yang berada di wilayah Timur Tengah juga bisa hidup dalam damai dan harmonis dengan umat Yahudi dan Muslim.

Dia juga meminta agar masyarakat internasional juga memperhatikan nasib umat Kristiani di Timur Tengah. "Sehingga solusi yang adil dan dapat ditemukan pada konflik yang menyebabkan begitu banyak kesulitan ini," ujarnya.

Sekitar 10 ribu orang hadir dalam acara ini. Selain warga Siprus, juga banyak peziarah dari Suriah, Yordania dan Lebanon. Mereka melambai-lambaikan tangan kepada pemimpin Katolik dunia tersebut.
(anw/anw)

Sabtu, 05 Juni 2010

Kapal Rachel Corrie ditahan ???



VIVAnews - Angkatan Laut Israel menahan kapal Rachel Corrie yang sedang berlayar untuk sebuah misi kemanusiaan menuju Gaza, Sabtu, 5 Juni 2010. Aksi ini dilakukan menyusul serangan brutal pasukan komando Israel terhadap konvoi kapal kemanusiaan Gaza Freedom Flotilla pada Senin lalu.

Aktivis kemanusiaan yang berada di kapal, seperti dikutip dari laman stasiun televisi Press TV, mengatakan tentara Israel menyerbu masuk saat kapal berada pada jarak sekitar 55 kilometer dari teritori Palestina di Laut Mediterania.

Kapal Rachel Corrie membawa sekitar 750 ton bantuan, termasuk obat-obatan bagi penderita kanker. Ini karena pasien kanker di sana dilarang meninggalkan Gaza untuk mendapat perawatan yang memadai. Kapal juga mengangkut bahan-bahan bangunan, kertas, peralatan sekolah, dan suplai lain.

Sebanyak 15 penumpang, termasuk penerima Hadiah Nobel Perdamaian Mairead Maguire dan mantan asisten Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Denis Halliday berada dalam kapal tersebut.

Kapal ini diberi nama Rachel Corrie, seorang aktivis asal Amerika Serikat yang tewas pada 2003 dilindas buldoser Israel yang akan menghancurkan rumah seorang warga Palestina di Rafah.

Sebelumnya, para aktivis mengabarkan pasukan Israel tengah mendekati kapal mereka. Selain itu, sinyal radio dan satelit kapal juga diacak oleh Israel.

Pengakuan tersebut diungkapkan sejumlah relawan kepada stasiun televisi Iran, Press TV.

"Delapan jam dari sekarang, kami belum mendengar kabar dari kapal," kata Ashraf Shannon, koresponden Press TV di Gaza, Jumat larut malam. Menurut Shannon, Israel mengancam tidak akan membiarkan kapal untuk berlabuh di pelabuhan Gaza.

Israel dan Amerika Serikat telah meminta Rachel Corrie untuk berlayar ke pelabuhan Ashdod di Israel, untuk kemudian membongkar muatannya. Namun para aktivis menolak permintaan itu karena misi mereka adalah untuk mendobrak blokade ilegal atas Gaza.

Pasca serangan terhadap Freedom Flotilla pada 31 Mei lalu, Mesir membuka perbatasan Rafah bagi sekelompok orang yang jumlahnya dikontrol. Namun, menurut koresponden Press TV, hanya beberapa orang seperti pasien yang perlu mendapat perawatan medis di negara lain yang diizinkan melewati perbatasan.

Koresponden Press TV juga melaporkan pembatas besi yang dibangun di perbatasan Gaza hampir selesai. Dengan pagar besi tersebut, saat ini hanya tersisa sekitar 200 terowongan, Padahal sebelumnya terdapat sekitar 1.500 terowongan yang selama ini dimanfaatkan untuk menyalurkan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza. (kd)

Kehilangan kontak dengan Kapal Rachel Corry

VIVAnews - Setidaknya sembilan relawan tewas dalam penyerbuan tentara Israel ke misi kemanusiaan, Freedom Flotilla to Gaza, Senin 31 Mei 2010.

Itu tak berarti misi selesai. Relawan nekad kembali menembus blokade Israel menggunakan Kapal Rachel Corrie -- nama aktivis AS yang tewas dilindas buldozer Israel.

Namun, hari ini organisator flotilla mengabarkan, mereka kehilangan kontak dengan 'Rachel Corrie'.

"Kami kehilangan klontak dengan mereka yang ada di atas kapal Kami memperkiraan ini akibat ada sabotase dari pihak Israel," kata Audrey Bomse dari Free Gaza Movement, seperti dimuat laman Strait Times, Jumat 4 Juni 2010.

Kapal Rachel Corrie membawa aktivis Irlandia -- termasuk pemenang Nobel Perdamaian 1976, Mairead Maguire dan relawan dari Malaysia.

Kapal itu juga membawa 1.200 ton bantuan untuk rakyat Gaza -- ada semen, makanan, kebutuhan sehari-hari, dan alat-alat sekolah. Kalal ini diharapkan bisa mencapai Pelabuhan Gaza Sabtu besok -- meski ada ancaman dari Israel yang akan mengerahkan tentara untuk menghadang kapal.

Strategi baru sebetulnya akan dilakukan markas flotilla yakni, "akibat ada ancaman itu, kami akan menarik Kapal Rachel Corrie ke pelabuhan terdekat. Sejumlah orang penting dan jurnalis dari seluruh dunia akan dinaikkan ke kapal -- memberi tekanan moral untuk Israel," kata Bomse.

"Kami berharap jalinan komunikasi kembali lancar agar kami bisa menginformasikan keputusan ini," kata dia.

Pada Kamis sore, posisi 'Rachel Corrie' terpantau di perairan internasional, di jarak 250 mil atau 400 kilometer dari lokasi penyerbuan Israel ke enam kapal relawan.

Israel mencegat akan mencegat kapal bantuan lain yang saat ini sedang menuju Gaza, termasuk Kapal Rachel Corrie. Itu disampaikan Perdana Menteri Israel, Binyamin Netanyahu,

"Itu bukan kapal yang membawa pesan cinta, tapi membawa pesan kebencian [pada Israel]," kata dia.

"Mereka bukan aktivis perdamaian, tapi pendukung teroris," tuding Netanyahu.

• VIVAnews

16 Maret 2003



VIVAnews - Namanya nyaris terlupakan. Peristiwa penyerangan misi kemanusiaan, Freedom Flotilla to Gaza kembali mengangkat sosok aktivis kemanusiaan Amerika Serikat yang tewas dilindas buldozer Israel, Rachel Corrie.

Adegan yang terjadi 16 Maret 2003 kini berulang. Corrie yang berjaket oranye menghadang buldozer Caterpillar D9R milik Israel yang akan menghancurkan pemukiman rakyat Palestina. Saat itu, dia baru 23 tahun.

Kini, kapal yang menyandang namanya sedang berusaha menerobos blokade Israel -- membawa 1.200 bantuan untuk masyarakat Gaza. Kapal itu diharapkan tiba di Gaza, Sabtu, 5 Juni 2010 hari ini.

Tentara Israel -- yang menyerang enam kapal misi Gaza dan menewaskan 9 relawan, mengancam menghentikan 'Rachel Corrie'.

Perdana Menteri Israel, Binyamin Netanyahu bahkan menuding relawan dari berbagai negara dengan latar belakang beragam sebagai pendukung teroris.

"Mereka bukan aktivis perdamaian, tapi pendukung teroris," tuding Netanyahu," seperti dimuat laman Al Jazeera, Jumat 4 Juni 2010.

Tuduhan yang sama juga pernah diarahkan ke Rachel Corrie. Israel berdalih terbunuhnya Corrie adalah sebuah risiko dari 'tindakan tak bertanggungjawab dan membahayakan diri sendiri'.

Sebagian masyarakat Amerika -- tanah air Corrie -- bahkan berkomentar sinis. Kata mereka, itu tindakan bodoh karena membela teroris.

Tujuh tahun berlalu, kasus kematian Rachel Corrie baru mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Haifa, Israel, 11 Maret 2010.

"Kami harap proses pengadilan ini akan menguak siapa yang bertanggung jawab atas kematian dan luka yang dialami ribuan orang selama pendudukan Israel. Semoga ini membuka mata dunia pada nasib para aktivis perdamaian yang diserang militer Israel."

"Saya dan keluarga kami akan terus menuntut keadilan. Kematian putriku yang brutal tak seharusnya terjadi. Kami yakin, Israel harus bertanggung jawab atas pembunuhan ilegal ini." kata ibu Rachel Corrie, Cindy Corrie, seperti dimuat laman The National.

***

Sebelum menjadi simbol perlawanan terhadap pendudukan Israel, Rachel Corrie hanya gadis biasa asal Olympia, Amerika Serikat.

Mahasiswi Evergreen State College ini cuti setahun dari kuliahnya, bergabung dengan Gerakan Solidaritas Internasional (ISM), lalu terbang ke Gaza pada 22 Januari 2003.

Di markas ISM Tepi Barat, Corrie menjalani pelatihan selama dua hari. Dalam pelatihan tersebut, Corrie mendapatkan pelajaran tentang cara-cara menghindari cedera ketika berdemo, menggunakan jaket ngejreng, tidak berlari, tidak ketakutan, berkomunikasi dengan menggunakan megafon, dan memastikan keberadaannya diketahui Israel saat melakukan aksi.

Dalam salah satu surat elektronik yang ditujukan untk keluarganya, Rachel Corrie mengungkapkan, sebenarnya dia masih ingin berdansa, punya pacar, dan membuat komik.

Tapi Corrie tak bisa diam dan bersenang-senang sementara di belahan dunia lain orang-orang menderita. Dia merasa bertanggung jawab.

"Jika aku terdengar gila, atau jika militer Israel tak lagi punya lagi kecenderungan melukai orang kulit putih. Tolong diingat, aku berada di tengah sebuah genosida, dimana aku secara tak langsung ikut bertanggung jawab -- karena pemerintahku (AS) bertanggung jawab besar atas apa yang saat ini terjadi," kata Rachel Corrie dalam email ke ibunya, 27 Februari 2003, seperti dimuat laman Guardian.

"Aku bermimpi buruk tentang tank-tank dan buldozer....

"Di sini aku menjadi saksi dari situasi yang kronis, genosida tersembunyi, dan aku takut......Tapi, ini harus dihentikan. Hal yang baik jika kita mau menanggalkan apapun dan mengorbankan jiwa kita untuk menghentikannya."

Kamis, 03 Juni 2010

Let Me Stand Alone by Rachel Corrie




Kita harus memahami bahwa mereka memimpikan mimpi-mimpi kita, dan kita memimpikan mimpi-mimpi mereka.”—Rachel Corrie

Suara seorang perempuan muda yang—berapi-api dan puitis—bergumul dengan ide-ide universal, yang sekaligus mencatat kisah perjalanan pribadi yang berakhir singkat.

BAGAIMANA KITA MENEMUKAN JALAN HIDUP DI DUNIA FANA INI? BAGAIMANAKAH TINDAKAN-TINDAKAN KITA MEMPENGARUHI ORANG LAIN? APA HUTANG KITA KEPADA SELURUH UMAT MANUSIA? SEMUA ITU MERUPAKAN PERTANYAAN-PERTANYAAN ABADI YANG DENGAN BEGITU FASIH DILONTARKAN RACHEL CORRIE, SEORANG AKTIVIS MUDA AMERIKA YANG TEWAS PADA 16 MARET 2003, SAAT BERUSAHA MENGGAGALKAN PENGHANCURAN SEBUAH RUMAH MILIK WARGA PALESTINA DI GAZA. SAAT ITU USIANYA BARU 23 TAHUN.

SOSOK YANG SANGAT LANGKA: CERDAS, LINCAH, ENERGIK, SOLIDER, TAPI MAU MENGORBANKAN NYAWA DEMI SATU KELUARGA BIASA DAN ASING, SERTA DIAPRESIASI BERBAGAI KALANGAN, MULAI DARI BUDAYAWAN KONDANG, POLITISI, HINGGA AKTOR FILM TERNAMA YANG DENGAN BANGGA MENYUTRADARAI DRAMA KEHIDUPANNYA PADA 2004 NAMUN DILARANG DAN DIBERANGUS REZIM ADIDAYA

Let Me Stand Alone mengungkap bakat [Rachel] Corrie yang mencolok sebagai pujangga dan penulis, sekaligus menuturkan kisah hidupnya dalam kata-katanya sendiri, mulai dari renungan-renungannya yang paling awal hingga rangkaian e-mail terakhirnya. Tulisannya menghidupkan segala hal yang bermakna di usia muda—munculnya kesadaran diri, haus akan cita-citanya sendiri, dan keinginan menjalin hubungan dengan selainnya, dekat maupun jauh.
Tampak jelas puisi-puisi Corrie meluapkan kegairahan dan menumbuhkan semangat sosok anak muda yang tekad kuatnya terhadap sebuah dunia yang lebih baik dan lebih damai, membawanya dari Olympia, Washington, ke Timur Tengah.
Corrie menulis tentang isu-isu yang mencuat di masanya, juga tentang kecemasan seorang remaja Amerika; semuanya dengan gairah, rasa kasih, wawasan, dan humor yang menggebu-gebu. Tulisannya mengumandangkan pendiriannya serta menggemakan keyakinan yang telah lama dijunjungnya perihal ke-satu-an (oneness) umat manusia seluruhnya

Tentang Rachel Corrie.
Rachel Corrie lahir pada 10 April 1979 di Olympia, Washington, sebelah selatan Puget Sound. Semasa sekolah, dia aktif sebagai sukarelawan yang menyoal masalah kelaparan, gelandangan, dan lingkungan di Baratdaya Pasifik. Setelah merampungkan studinya dalam bidang seni liberal di Evergreen State College, Corrie bertolak ke wilayah pendudukan Palestina pada Januari 2003. Di Rafah, Jalur Gaza (Palestina), dia mengabdikan diri sebagai aktivis perdamaian tanpa kekerasan dan pengamat hak asasi manusia hingga dirinya menemui kematian [tragis akibat dilindas buldozer milik Israel] pada 16 Maret 2003. Corrie adalah penulis, pujangga, dan seniman bersemangat dan sangat peduli terhadap semua hal yang berkenaan dengan umat manusia.

Rachel Corrie pejuang HAM Palestina

Rachel Corrie adalah sedikit dari orang Amerika yang peduli pada tragedi kemanusiaan di Palestina. Selama di Palestina, beliau mengirimkan surat pada orang tuanya tentang kesedihannya terhadap kekejaman zionis Israel. Ia malu karena negaranya turut melakukan semua kekejaman di Palestina.

Saat itu, 16 Maret 2003, ia berdiri di depan buldoser Israel. Ia berusaha mencegah penghancuran rumah, tempat tinggal keluarga Samir Nasrallah. Buldoser jelas tak bermata. Tapi tentara Israel di atasnya lebih buta lagi; sama sekali tak berhati. Dengan kendaraan yang beratnya berton-ton itu, ia merangsek ke arah rumah Nasrallah.

Tubuh Rachel yang berlutut di depannya tak dihiraukan. Sang sopir juga abai terhadap teriakan para warga yang disuarakan lewat megafon. Dan rangka Rachel akhirnya remuk dilindas buldoser itu. Ia menghembuskan nafasnya di Rumah Sakit Najar. 

Amerika membungkam hal ini. Tapi, nama aktivis ini tetap diabadikan, salah satunya dijadikan nama kapal dagang yang dibeli para aktivis pro-Palestina, MV Rachel Corrie. Kapal MV Rachel Corrie pun akan menembus blokade Israel terhadap Gaza selanjutnya menggantikan enam kapal misi kemanusiaan yang gagal mencapai Gaza akibat serangan brutal Israel hari Senin (31/5).

Rachel Corrie siap tembus Gaza

Jakarta - Setelah kapal Mavi Marmara gagal menembus blokade Israel menuju Gaza, kapal lain yang berisi para aktivis kemanusian dan membawa bantuan kemanusiaan bersiap melakukan hal yang serupa.
Rata Penuh
Dilansir dari CNN, Kamis (3/6/2010), kapal yang bernama Rachel Corrie -diambil dari nama seorang aktivis Amerika Serikat yang tewas di Gaza beberapa tahun lalu- berencana mengikuti jejak Mavi Marmara menembus Gaza dengan membawa misi yang sama yakni menyalurkan bantuan.

Kapal telah bertolak dari Irlandia dan dijadwalkan tiba di Gaza pada Jumat malam atau Sabtu pagi. Kapal tersebut mengangkut 550 ton semen, bahan pendidikan, mainan dan peralatan medis yang disebut sebagai upaya terakhir misi freedom flotilla untuk memberikan bantuan kepada warga Gaza dan mematahkan blokade Israel.

Aktivis Free Gaza Movement Derek Graham mengatakan, mereka berniat membongkar muatan kapal dan kembali ke Irlandia lagi begitu kapal mencapai Gaza. Namun begitu mereka menyadari resiko yang dihadapinya tidaklah mudah. Mereka sadar akan disergap Israel yang bermaksud menghentikan kapal yang mendekat ke Gaza karena takut peralatan militer akan dikirimkan ke militan di wilayah yang dikuasai Hamas itu.

Menurutnya ini bukan kapal terakhir yang berusaha menembus blokade. Dia mengatakan, Kampanye Eropa untuk Mengakhiri Pengepungan di Gaza pada hari Rabu mengumumkan bahwa mereka telah menerima dana tiga kapal pertama armada baru menuju ke Gaza.

Sementara itu, mantan duta besar Amerika Serikat untuk Mauritania, Edward Peck yang juga ikut dalam pelayaran Rachel Corrie berharap Israel tidak menanggapi Rachel Corrie dengan cara yang sama seperti yang dilakukan terhadap Mavi Marmara.

"Israel telah mengatakan bahwa tanggapan mereka akan lebih proaktif daripada sebelumnya," kata Peck

"Saya harap mereka tidak melakukannya." harap Peck. (Rez/Ari)

Ibrahim Ahmad salahsatu Syuhada Palestina

Ibrahim Ahmad Ibrahim Abu Nar, Abu Husen dilahirkan tanggal 12/04/1977 di kamp militer Nazaret, ia baru berumur 30 tahun. Didik dalam keluarga yang taat beragama. Nenek moyangnya berasal dari distrik Aqir. Ia tak pernah ketinggalan shalatya di masjid. Sejak kecil memang ia sudah dibiasakan oleh ayahnya untuk selalu ke masjid, hingga shalat shubuh pun selalu dibawanya. Oleh karena itu ia hidup dalam keluarga kecil namun penuh dengan ketawadhuan.

Pendidikanya di mulai di tingkat TK milik organisasi kemanusiaan. Kemudian ia melanjutkan sekolahnya ke sekolah khusus bagi para pengungsi dan berhasil memperoleh nilai rata-rata 8. Ia dikenal oleh teman-temanya sebagai pribadi yang sholeh berakhlaq mulia. Ia disukai oleh teman-temanya.

Lalu ia melanjutkan sekolah menengah umum (SMU) di sekolah Kholid bin Walid. Semasa di SMU ia sudah ikut brbagai kegiatan Hamas dan ikut dalam organisasi Mahasiswa Islam. Namun kegiatan berlajarnya berhenti karena ia ditangkap oleh serdadu Israel ketika berusia 15 tahun.

Orang tua dan keluarganya.

Hubungan Ibrahim dengan kedua orang tuanya berjalan baik. Ia memperlakukan orang tuanya dan saudara-saudaranya dengan penuh kecintaan. Sejak kecil memang, ia sudah mencintai saudara-saudaranya dengan penuh kasih sayang. Ia sering menggendong-gendong adik-adiknya ke sana kemari. Ia sangat taat pada orang tuanya, bahkan ketika disuruh pada sesuatu yang ia tidak suka pun, tetap saja ia melakukannya. Ia pernah pergi bersama ibunya ke Yordania untuk mengobati sakit jantungnya. Ibunya sudah menderita penyakit jantung sejak lama. ia pernah menemani ibunya pergi ke rumah sakit di Der Balah pada jam satu malam lalu. Kemudian ia pulang ke rumahnya. Karena tidak ada kendaraan, akhirnya ia berjalan kaki menuju rumahnya dan sampai rumah kira-kira jam empat pagi dan langsung pergi ke masjid karena sudah shubuh.

Pengalaman Organisasi

Ibrahim ikut bergabung bersama gerakan Islam dalam berbagai kegiatan social. Ia juga pernah jadi pengurus kantor Hamas pada pemilu parlemen tahun kemarin. Perlu disebutkan di sini, walaupun ia aktif di Brogade Al-qossam sebagai komandan lapangan, namun ia masih sempat bekerja sebagai tim pengawas pemilu parlemen kemarin.

Aktivitas Jihad

Disebabkan kerinduanya pada Negara dan kecintaanya terhadap syahid, ia bergabung bersama barisan al-Qossam di penghujung intifadhah al-Aqsha, dalam rangka membela dan mempertahankan negaranya. Ia bergabung dengan Al-Qossam pada tahun 2002 an. Ia ditempatkan di bagian teknik pembuatan bom tangan. Kemudian dipindahkan menjadi teknisi pembuat roket jenis ringan serta ranjau darat. Lalu ia dipindahkan lagi menjadi komandan lapangan Al-Qossam.

Selintas tentang amal jihadnya.

Ibrahim terlibat sejumlah pertempuran dengan Israel. Ia bergabung dengan pasukan roket Al-Qossam yang menembakan soket-roketnya kea rah permukiman Israel di Natsarem. Tugasnya waktu itu ialah menggempur menara pengintaian Israel. Ia juga terlibat dalam penempatan ranjau-ranjau darat di jalan Al-Behr, wilayah Al-Faruq dan Shalahuddin. Ia juga tergabung dalam operasi pengintaian serdadu Israel di wilayah perbatasan.

Aksi pengintaian

- Aksi pengintaian terhadap seorang serdadu di permukiman Netsharem

- Operasi pengintaian Buldoser Israel di Der Balah selama 10 jam yang berakhir dengan kemuliaanya mencapai syahadah

- Menintai tank Israel di dekat permukiman Kesuvem sepanjang 8 jam bersama komandan Abdul Nasher Abu Syauqah yang diabadikan melelui cameranya.

Perjanjian bersama para Syuhada

Di harian Palestina yang terbit hari Selasa tanggal 12/2007, setelah terjadinya pertempuran sengait antara Al-Qossam dengann pasukan keamanan bentukan Abbas yang berakhir dengan dikuasainya Jalur Gaza serta menyerahnya kelompok kudeta tanpa ada yang terluka sedikitpun. Ibrahim kemudian menuju ke wilayah Kamp pengungsian, menyusul kabar bahwa rumah salah seorang komandan Al-Qossam dikepung kelomok kudeta. Lalu ia bergegas menuju ke sana dan membagi-bagi pasukan untuk menghadapinya. Namun tak terlihat salah seorang pasukan kudeta menembakan tiga pelurunya ke arah Ibrahim. Dua meleset yang satu mengenai bom yang menggantung di badanya. Mengakibatkan bom itu meledak dan menghancurkan tubuh as-Syahid Ibrahim. Ia sempat di rumah sakit selama tiga hari dan akhirnya meninggal syahid pada hari Jum’at tanggal 15 Juni 2007.

Pengampunan Orang Shaleh.

Setelah pasukan Al-Qossam berhasil menguasai keadaan dan menangkap para perusuh kudeta. Dan setelah diadakan pemeriksaan terhadap seluruh pasukan kudeta serta pengakuanya atas aksi penembakan itu, Brigade Al-Qossam memerintahkan agar pelaku penembakan terhadap Al-Syahid Ibrahim dihukum Qishash.

Ketika orang-orang berkumpul untuk menyaksikan pengadilan Qishash, maka dihadirkanlah sang pembunuh Ibrahim. Ia datang dengan membawa kain kafan, tampak di muka raut ketakutan akan kematianya yang akan segera menjemputnya. Namun tiba-tiba datang salah seorang yang mengatasnamakan keluarga Ibrahim dan memaafkan kesalahan sang pembunuh serta menyerahkanya pada keluarganya. Keluarga As-Syahid Ibrahim tidak minta apapun, sebagai gantinya. Mereka hanya minta gantinya dari Allah subhana wata’ala.

Sikap yang sangat mulia yang ditunjukan oleh keluarga As-Syahid, bahkan mereka berterima kasih kepada Al-Qossam yang telah membersihkan Jalur Gaza dari para perusuh kelompok kudeta. (asy)

Tentang Masjd Al Aqsha (2)

Masjid Al-Aqsha

Yang dimaksud dengan Masjid Al-Asha adalah areal yang dikelilingi pagar yang terletak di dalam pagar Al-Quds di sebalah timur dan selatanya. Adapun pagar sebelah timurnya menyatu dengan pagar al-Quds dan bagian baratnya lebih dekat dengan tembok bagian timur al-Quds yang juga menyatu.

Sementara di sebelah selatan barat dan bagian utaranya merupakan pagar khusus yang berada di dalam kota yang membentuk masjid agak bengkok. Ia punya empat sudut salah satunya berjarak 491 m. sebelah timurnya 462 m. dan yang paling pendek berada di sebelah selatan 281 dan utara 330 m.

Masjid ini terletak di dataran tinggi Baitul Maqdis yang dikelilingi pagar. Masjid Al-Aqsha adaah satu-satunya masjis yang ada di dunia ini yang dipenuhi sejumlah bangunan di sekililingnya.

Masjid ini luasnya 142 hektar. Selayaknya semua orang yang memasuki masjid ini melakukan tahiyatul masjid di sebelah mana saja sepanjang berada di sekeliling tembok. Baik di samping pohon, di dalam Kubbah emas (Qubbah Sakhra) atau di dalam bangunan masjid al-Aqsha. Siapapun yang melakukan shalat satu raka’at di areal masjid tersebut, ia akan memperoleh 500 kebaikan. Karena satu kali shalat di dalam masjid al-Aqsha pahalanya sama dengan 500 kali di selain masjid al-Aqsha, setelah Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi.(asy)

Tentang Masjd Al Aqsha (1)

Baitul Maqdis

Baitul Maqdis terus menjadi milik kaum muslimin hingga abad 20. Merekalah yang mengatur perikehidupan di Baitul Maqdis. Merekalah yang membuat jalan-jalan, bangunan, merenopasi pagarnya. Merekalah yang membangun menara-menaranya, masjid-masjidnya serta Masjid al-Aqsha. Ketika pasukan Salib datang ke baitul Maqdis, mereka membuat kerusakan dan kehancuran di Baitul Maqdis. Maka datanglah pasukan kaum muslimin yang dipimpin Shalahuddin al-Ayyubi untuk merebut kembali Baitul Maqdis dari tangan Salibiyyin. Sejak saat itulah Baitul Maqdis berada dalam kekuasaan kaum muslimin. Mereka mengadakan perbaikan dan renovasi, terutama Masjid Al-Aqsha hingga datangnya penjaja Isnggris tahun 1336 H./1917 M.

Inggris lah yang memberikan tanah Palestina ini kepada bangsa Yahudi. ialah yang membuat pusat-pusat kekuatan markaz yahudi di Palestina selain kota Al-Quds yang terletak di dalam pagar dan di dalam perkampungan muslim. Al-Quds saat itu berada dalam otoritas Yordania selama 19 tahun yang kemudian direbut Israel pada tahun 1387 H. / 1967 M.

Kemudian ummat tidak mendapatkan Baitul Maqdis ini kecuali dampak pisik dan psikis saja. Secara fisik apa yang dtemukan para ahli tentang sisa-sia peninggalan kota tersebut. dan ini luput dari penglihatan mata. Adapun bukti fsikisnya adalah berubahnya nama-nama tempat di kota tersebut, disesuaikan dengan hawa napsunya masing-masing. Walau pun masih ada beberapa nama yang tampak mirip.

Untuk nama al-Quds saja ternyata ada sekitar 84 nama lain, walau yang masih terkenal hanya dua nama saja yaitu :

1. Yero-Salem : suatu tempat di sekiatr al-Quds atau pecahanya Yero Salem berarti ‘Kota Keselamatan”

2. Baitul Maqdis : nama ini diambil dari Islam. Atau suka dilkatakan al-Quds saja.

Nama pertama sangat sempit, sementara yang kedua memang yang paling layak. Karena yang memberikanya adalah Allah SWT. Dengan kaum muslimin nama ini mengandung ikatan yang sangat kuat. Yaitu ikatan Islam, agama dan historis. Keterkaitan dengan kota Makkah hanya berjarak 40 tahun dalam sisi pembangunanya, sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Dazr al-Ghifari. (asy)

Sesungguhnya peristiwa Isra dan Mairaj Rasulallah telah menaikan derajat kota Baitul Maqdis berikut masjidnya. Allah Ta’ala menyebutkan dalam surat al-Isra ayat 1. (Maha suci Allah yang telah mengisrakan hambanya pada suatu malam dari masjid al-Haram menuju masjid al-Aqsha yang Kami berkati yang berada di sekelilingnya).

Adapun peristiwa Mi’rajnya Rasulallah disebutkan Allah dalam awal-awal surat al-Najem yang berbunyi (ia berada di tingkat paling tinggi, Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi. maka jadilah dia dekat dua ujung busur panah atau lebih dekat. Lalu dia menyampaikan kepada hambaNya apa yang telah Allah wahyukan.(al-Najem 7-10).

Adapun keterkaitan sejarahnya adalah ketika Khalifah Umar Ibnu Khottob menaklukan Palestina dan mendapatkan penyerahan kunci Baitul Maqdis dari penduduknya, merupakan bukti sejarah bahwa baitul Maqdis adalah milik kaum muslimin. Perjanjian Umar merupakan bukti sejarah bagi setiap bangsa dan kebuadayaan yang perlu dikaji dan dipelajari kembali.

Ikatan sejarah ini tidak mungkin dilepaskan begitu saja. Ikatan pertama menunjukan keterikatan dua masjid di muka bumi ini. Masjid Al-Haram dan Masjid al-Aqsha. Yang pertama adalah masjid utama bagi kaum muslimin yang merupakan baitullah (Rumah Allah) di atas muka bumi ini.

Sedang ikatan kedua adalah keterikatan masjid al-Aqsha dengan Sidrartul Muntaha, tempat dimana Rasulallah mi’raj kepada Allah. Ini merupakan ikatan yang kuat yang tidak mungkin terpisah, sebagai bukti salah satu keistimewaan masjid al-Aqsha dibanding dengan yang lainya.

Masjid al-Aqsha adalah tempat berkumpulnya para Nabi dan Rasul. Ia adalah satu-satunya jalan bagi Nabi Muhammad untuk menghadap Allah Tabaraka wa ta’ala.

Kemudian keberadaan Masjid Al-Aqsha ini terletak di Baitul Muqaddas seperti yang diisyaratkan oleh Rasulallah dalam haditnya : (Tidak boleh menyengajakan untuk beribadah kecuali terhadap tiga masjid : Masjid Al-Haram, Masjid Al-Aqsha dan ketiga masjidku ini (Masjid Nabawi). Dishaihkan oleh Ibnu Hibban dan ada beberapa riwayat yang semakna.

Google Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
"Hai orang yang beriman, jika kamu menolong (Agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (QS 47.7)

Info Palestina