Selasa, 24 Agustus 2010

Niat Puasa Wajib dan Puasa Sunnah

Niat menjadi rukun dalam puasa dan dalam ibadah lainnya. Allah SWT berfirman yang artinya :" Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan untuk menyembah Allah dengan memurnikan ibadah kepada Nya" (QS Al Bayyinah; 5).

Memurnikan ibadah kepada Allah itu menuntut adanya niat. Juga berdasarkan sabda Nabi SAW "Segala Amal itu menurut niatnya dan setiap orang mendapatkan apa yang ia niatkan" (HR Bukhori dan Muslim)

Niat itu tempatnya didalam HATI. maka orang yang berpuasa diwajibkan untuk berniat di dalam hati pada setiap malam sebelum terbit fajar, sebagaimana mereka diwajibkan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang membatalkan puasa.

Puasa fardhu seperti puasa Ramadhan tidak sah dilakukan tanpa niat pada malam harinya, yakni sebelum datang waktu subuh. Rasul SAW bersabda :"Barang siapa tidak berniat puasa pada malam hari sebelum terbit fajar, tidak ada puasa baginya" (Riwayat Al Khamsah-lima org perawi hadits)

Berniat itu berbeda dengan melafalkan niat.Orang yang melafalkan niat misalnya dengan ucapan Nawaitu shauma ghodin....dst, dengan menyadari apa yang telah diucapkannya berarti telah berniat . Namun orang yang tidak mengucapkannya belum tentu tidak berniat. Karena yang wajib adalah niatnya, bukan melafalkannya.

Sedangkan untuk puasa sunnah, boleh berniat setelah subuh, asalkan sebelum matahari tergelicir ke barat, atau dengan kata lain sebelum masuk waktu dhuhur. Tentu saja sejak waktu subuh sampai ia berniat ia tidak melakukan apa pun yang membatalkan puasa, diantaranya makan dan minum.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah dikatakan "Pada suatu hari Rasul SAW datang ke tempatku . Beliau bertanya ' apakah engkau memiliki makanan?' Aku menjawab Tidak ada apa-apa. Beliau lalu berkata 'Kalau begitu , aku puasa"

Keutamaan 10 hari Dzulhijjah

Sungguh merupakan karunia Allah, Dia menjadikan hambaNya yang beriman musim-musim untuk memperbanyak amal shalih. Dan diantara musim2 tersebut adalah sepuluh hari (pertama) bulan Dzul Hijjah yang keutamaannya dinyatakan oleh dalil-dalil dalam kitab dan sunnah :

1. Firman Allah ta'ala dalam Al Fajr, 1-2 : "Demi Fajar, dan malam yang kesepuluh" . Ibnu Katsir berkata:"Yang dimaksud adalah sepuluh hari (pertama) bulan Dzul Hijjah.
2. Firman Allah ta'ala dalam Al Hajj 28 : ".... dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang ditentukan". Ibnu Abbas berkata "yang dimaksud adalah hari-hari sepuluh (bulan Dzul Hijjah).
3. Dari Ibnu Abbas ra berkata Rasullulah saw bersabda : "tidak ada hari-hari yang amal shaleh didalamnya lebih Allah cintai kecuali pada hari ini, yaitu sepuluh hari bulan Dzulhijjah, mereka berkata"apakah jihad fi sabililah tidak lebih dari itu?". Beliau bersabda :"Tidak juga Jihad, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwanya dan hartanya dan tidak ada yang kembali satupun" (HR Bukhori)
4. Dari Ibnu Umar ra. dia berkata :Rasullulah bersabda : "tidak ada hari-hari yang lebih besar di sisi Allah ta'ala dan tidak amal perbuatan yang lebih dicintai selain pada sepuluh hari itu. Maka perbanyaklah pada hari itu Tahlil, Takbir, dan Tahmid" (HR Tabrani dalam Mu'jam Al Kabir)

Pekerjaan yang dianjurkan pada hari tersebut :
1. Shalat , disunnahkan bersegera mengerjakan shalat fardhu dan memperbanyak shalat sunnah
2. Shoum (Puasa) , karena puasa merupakan amal shalih. Dari Hunaidah bin Kholid dari istrinya dari sebagian istri-istri Rasul SAW dia berkata: "adalah Rasululah SAW berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, 10 Muharram dan tiga hari tiap pertengahan bulan" (Riwayat Imam Ahmad, Abu Daud dan Nasa'i)
3. Takbir, Tahlil dan Tahmid
4. Puasa hari Arofah , dianjurkan bagi mereka yang tidak pergi Haji
5. Keutamaan hari rata qurban (10 Dzulhijjah)

Google Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
"Hai orang yang beriman, jika kamu menolong (Agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (QS 47.7)

Info Palestina